Senin, 11 April 2016

Ebionit Modern Melanda Indonesia

EBIONIT MODERN MELANDA INDONESIA

Ebionites (Greek: Ἐβιωναῖοι Ebionaioi, diambil dari Hebrew אביונים ebyonim, ebionim, yang berarti "the poor" or "poor ones" miskin), adalah terminologi patristik yang menunjuk kepada Gerakan Kristen Yahudi yang hadir pada abad awal Era Kekristenan. Mereka menerima Yesus dari Nazareth sebagai Messiah namun menolak ketuhananNya dan menekankan keperluan mengikuti hukum dan ritual Yudaisme. Mereka hanya memakai satu Injil Yahudi, surat Yakobus dan menolak Rasul Paulus. Nama mereka menunjukkan mereka menerapkan nilai kerelaan mereka untuk hidup miskin. Ebionim adalah nama yang dipakai juga oleh sekte di Qumran yang memisahkan diri dari kelompok di Bait Allah yang mereka tuduh sudah korup. Menerima Yesus Hanya Mesias Terlihat dengan sangat jelas bahwa Ebionit adalah ajaran yang sangat awal di antara orang Kristen Yahudi yang hanya menerima Yesus Kristus sebagai Mesias namun tidak mau menerimaNya sebagai Tuhan. Karena jika mereka menerima Yesus adalah Tuhan, maka mereka harus menerima Dia adalah Jehovah, ini terlalu sulit bagi mereka. Mayoritas orang Yahudi tidak menolak menerima Yesus sekedar nabi. Banyak di antara orang Farisi bahkan imam yang terpukau oleh pengajaran Yesus Kristus. Jika Yesus Kristus hanya menuntut diri diakui sekedar nabi, pasti ia tidak akan dituntut untuk disalibkan. Sebagian mereka tahu persis masa kecil Yesus Kristus dan tahu kedua orang tuaNya, bahkan ada yang tahu bahwa Maria hamil sebelum resmi menikah melainkan hanya bertunangan saja. Sangat sulit bagi mereka untuk menerima seorang tukang kayu yang mukanya tidak ada yang menginginkannya, sebagai Allah Jehovah. 

Diperlukan iman yang sangat besar bagi orang Yahudi yang telah ratusan bahkan ribuan tahun diajar untuk tidak menerima klaim siapapun sebagai Sang Jehovah. Oleh sebab itu sekalipun segala tanda sudah sangat jelas bahwa Yesus adalah Sang Jehovah, bagi sebagian besar mereka masih sangat sulit menerimaNya. Akhirnya, sebagai kompromi hati nurani maka mereka memilih jalan tengah saja, yaitu mengakuinya sebagai Mesias tetapi tidak sebagai Tuhan Allah Jehovah. Mempertahankan Hukum Taurat Orang Yahudi juga telah menerima Taurat dan membacanya turun temurun. Ada perintah yang dikatakan untuk dilakukan “selama-lamanya.” Sebenarnya maksud Tuhan ialah tidak ada batasan waktunya, dan tentu masih sangat lama, yaitu sampai yang hakekatnya tiba. Misalnya perintah tentang hari Sabat tidak boleh bekerja, dan perintah ini harus dilaksanakan selamalamanya. “pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.” (2 Tawarikh 2:4 ITB) Orang Yahudi tidak berhasil menangkap tujuan dari perintah hari Sabat, dan tidak mengerti bahwa yang memberi perintah adalah yang berwenang membatalkan perintah itu. Kalau saya memberi perintah kepada karyawan saya untuk membuka toko sampai jam 22.00 malam, tetapi kemudian saya datang ke toko jam 20.00 dan saya lihat suasana sudah sepi, tentu saya boleh berkata kepada karyawan saya, sekarang tutup toko. saya membangkang dan berkata bahwa saya tadinya sudah berkata toko dibuka sampai jam 22.00, dan mereka membangkang serta tidak mau tutup. Mengapakah Tuhan datang dan Dia tidak boleh merubah peraturan hari Sabat? Rasul Paulus menjelaskan bahwa, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.” (Heb 10:1 ITB). Dan Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa Hukum Taurat dan kitab para Nabi sesungguhnya bercerita tentang Dia (Luk.24:44). Rasul Paulus sudah mencoba untuk memahami makna kitab-kitab Perjanjian Lama tanpa menghubungkannya kepada Yesus Kristus, dan dia gagal. Oleh sebab itu kemudian setelah dia sadar dia berkata tentang orang-orang Yahudi, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” (II Kor. 3:14 ITB) Orang-orang Yahudi tidak mengerti Injil bahwa semua upacara simbolik ritualistik mereka adalah bayangan dari Injil. Dan mereka tidak rela mengakui Yesus Kristus adalah Jehovah serta meninggalkan Hukum Taurat yang hanya bayangan saja. Itulah sebabnya kini Injil dipercayakan kepada kolompok orang yang percaya dan menerima Injil, yaitu jemaat Lokal Perjanjian Baru. Jemaat PB ini Tuhan harapkan memberitakan Injil yang benar kepada semua manusia, tentu termasuk juga kepada orang Yahudi perorangan. Tetapi harus sangat waspada, jangan sampai pengajaran Yudaisme yang hanya bayangan itu, disusup masuk ke dalam kekristenan. 

Ebionit Menghantam Galatia & Kolose Dari keterangan surat Rasul terlihat jemaat Galatia dan Kolose adalah yang paling gencar mendapat serangan kelompok Ebionit. Bahwa sebagian mereka menekankan pentingnya kembali melakukan sunat sesuai dengan Taurat. Teguran dari Rasul Paulus sungguh amat keras. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Gal 5:2-4 ITB) Bukan hanya jemaat Galatia yang tersusupi, kelihatannya Kolose juga sudah terkena karena Galatia dan Kolose memang berdekatan. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.(Kol 2:16-17 ITB) Dari surat Paulus kepada jemaat Galatia dan Kolose, terlihat kekesalannya sampai ada kata, “aku Paulus berkata kepadamu.” Maksud Paulus saya adalah orang Yahudi asli dan saya pernah membela Yudaisme sampai membunuh orang, Di ayat 11 dari Galatia 5 dia berkata, Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. (Gal 5:11 ITB) Ada pernyataan yang sangat keras, yaitu; “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. . . .  (Selanjutnya silahkan baca di link di bawah ini, atau bagi anda yang berdomisili di Jayapura sekitarnya, hubungi kami di nomor Hp: 081311222767; 08114811981 untuk mendapatkan bacaan-bacaan menarik lainnya secara gratis!!!)
http://graphe-ministry.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar