BAGAIMANA CARA SAYA MENILAI GEREJA ITU, AJARANNYA SALAH DAN BENAR, SEBAB MASING-MASING GEREJA MENGATAKAN GEREJANYA YANG PALING BENAR.(BINGUNG)
Saya luruskan pandangan di atas bahwa bukan gerejanya yang salah atau benar, karena kata gereja tidak mengacu kepada orangnya, melainkan pada tempat atau gedungnya. Tetapi yang saya maksud adalah ajarannya. Kita bisa menilai sebuah ajaran gereja, ketika ajarannya dicocokkan dengan Alkitab dan akal sehat yang diberikan Allah kepada kita.Otak manusia diciptakan oleh Allah dan Alkitab dari Allah. Kedua alat inilah yang bisa mengukur setiap ajaran yang dicetuskan oleh masing-masing pelayan Tuhan dan juga jemaat Tuhan. Alkitab sangat terbuka bagi semua orang yang rendah hati menyeldikinya.
Namun bagi orang yang belum benar-benar dilahirbarukan atau diselamatkan ayat Alkitab menjadi bumerang baginya atau suatu ladang perut. Banyak orang yang tahu bahwa ajarannya salah tetapi susah mengubahnya karena takut kepada pemimpinnya atau ada yang mengambil jalan tengah bahwa itu bukan prinsip.
Yang Paling diperhatikan oleh orang kristen yang cinta akan Tuhan adalah:
1. Doktrin (Ajaran) Keselamatan (Soteriology) adalah pusat dari semua doktrin. Doktrin ini menjadi pusat serangan dari iblis dalam menyesatkan manusia.
2. Doktrin (Ajaran) Gereja (Ekklesiology) adalah pintu dari semua doktrin. Bila sebuah gereja salah dalam doktrin ini maka Gereja tersebut akan menjadi alat iblis untuk menyesatkan.
3. Doktrin (ajaran) (Bibliology) adalah dasar dari semua doktrin. Jika dalam doktrin Alkitab tidak memiliki kemantapan maka dasar imannya menjadi rapuh karena semua doktrin didasarkan hanya pada Alkitab.
4. Doktrin (ajaran) Akhir Zaman (Eschatology) adalah Doktrin sehubungan dengan hal-hal yang akan terjadi dalam akhir zaman, salah memahami akhir zaman akan menimbulkan pengharapan yang salah.
Saat ini saya menjelaskan salah satu ciri gereja yang benar dan yang Alkitabiah. Saya jujur banyak sekali ciri-ciri gereja yang benar tetapi biar melalui penjelasan yang singkat ini, saudaraku sekalian mendapatkan pengetahuan dan mau mencarinya sebelum jauh ada ditempat yang salah.
Orang sering bertanya, “gereja seperti apa yang sebaiknya saya kunjungi”? Apa tanda-tanda sebuah gereja itu benar dan alkitabiah? Berikut ini adalah kriteria-kriteria dari sebuah jemaat/gereja yang alkitabiah:
1. Gereja yang berdasarkan pada kebenaran Alkitab.
Semua khotbah yang diberitakan melalui mimbar gereja harus murni berasal dari Alkitab, bukan dari buku-buku sekuler, buku motivasi, ajaran psikologi, teologi sukses atau dongeng dan tahayul manusia. Bukan pula hikmat manusia atau pengalaman subjektif manusia.
Gereja yang berdasarkan pada kebenaran Alkitab adalah gereja yang tegas mengajarkan dan mengkhotbahkan supremasi Allah, pertobatan, kelahiran baru, pertumbuhan rohani, penginjilan, etika Kristen dan kedewasaan rohani.
Gereja yang benar harus menjunjung tinggi Alkitab sebagai satu-satunya firman Allah, dasar hidup berjemaat, pedoman hidup sehari-hari, dan berkomitmen penuh untuk mengajarkannya kepada semua anggota jemaat.
2. Gereja yang meninggikan Tuhan Yesus Kristus.
Yesus Kristus adalah Tuhan, pencipta, dan Allah yang berdaulat atas semesta alam. Yesus Kristus adalah kepala gereja. Dialah yang mendirikan gereja. Itu sebabnya gereja mutlak harus meninggikan Kristus dalam semua segi kehidupan berjemaat. Pengajaran mengenai Yesus Kristus harus menjadi sentral dari semua pengajaran yang ada.
Pastikan ketika Anda memilih suatu gereja, gereja itu membawa Anda semakin mengenal Yesus, semakin mengasihi Yesus, dan hidup Anda semakin serupa dengan Yesus.
3. Gereja yang melakukan tugas penginjilan (Matius 28:19).
Penginjilan adalah tujuan utama berdirinya gereja. Gereja ada untuk itu. Gereja yang tidak aktif melakukan penginjilan adalah gereja yang mati dan gagal total. Gereja yang alkitabiah harus gencar memberitakan kabar keselamatan kepada orang-orang berdosa dan menyediakan segalanya agar orang-orang berdosa diselamatkan.
Gereja harus melatih anggota-anggotanya agar mahir dan berani bersaksi. Semua program gereja harus berorientasi pada penginjilan. Di mana gereja berada maka di situ injil harus diberitakan. Gereja yang tidak memberitakan injil sama dengan gereja yang mati suri, memiliki raga tanpa jiwa.
4. Gereja yang mengadakan kelas-kelas pendalaman Alkitab.
Salah satu tanda sebuah gereja yang sehat adalah adanya kelas-kelas Pendalaman Alkitab. Tanpa mengecilkan kegiatan-kegiatan rohani lainnya, Pendalaman Alkitab adalah kegiatan terpenting bagi orang Kristen.
Sunggu ironi, banyak gereja justru mengabaikan dan mengesampingkan program Pendalaman Alkitab dan menempatkan program paduan suara, musik, dan aksi-aksi sosial sebagai program-program utama. Jika pun ada program Pendalaman Alkitab, kegiatan tersebut hanya merupakan diskusi yang dangkal dan tidak berkualitas.
Dalam Study Bible, kebenaran Alkitab ditelaah atau digali secara mendalam, sistematis dan komprehensif yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang cakap mengajar dan berintegritas. Ada proses belajar dan mengajar secara intensif di dalamnya, sehingga anggota-anggota jemaat bertumbuh kuat dan mampu menjelaskan isi Alkitab kepada orang lain.
5. Gereja yang Inklusif, bukan Eksklusif.
Tuhan mendirikan gereja di dunia ini untuk menjangkau semua golongan, ras, suku, bangsa, tanpa memandang muka. Artinya, gereja harus terbuka dalam pengertian mau menjangkau siapa saja yang mau bertobat. Membeda-bedakan orang adalah dosa memandang muka yang sangat merugikan kekristenan (Yak.2:1-4).
6. Gereja yang mendisiplinkan jemaatnya. (Mat.18:15-17; 1Tim.1:19-20; 2Kor.13:2).
Penulis terkenal dan seorang gembala jemaat di Covenant Life Church, Ps. Johsua Harris dengan tegas mengatakan: “Berjemaatlah di gereja yang berani dan tidak akan sungkan mengeluarkan Anda ketika Anda melakukan pelanggaran serius” (Stop datting the church).
Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh banyak gereja dewasa ini adalah membuang “disiplin gereja” dari kebijakan utama gereja. Gereja tidak lagi berani menegur keras dan mengeluarkan anggota-anggotanya yang sengaja melakukan pelanggaran. Karena takut ditinggal anggota-anggota jemaat, gereja bersikap masa bodoh dan membiarkan pelanggaran-pelanggaran memenuhi gereja. Akibatnya, gereja mulai akrab dengan dosa (merokok, dendam, penipuan, kebencian, kemabukan, perselisihan, perzinahan, perceraian).
John MacArthur berkata, “Faktor terbesar, terpenting, terutama untuk sebuah gereja yang sehat adalah disiplin gereja” Disiplin gereja adalah cara Tuhan menjalankan kuasa/otoritas rohani-Nya melalui gereja, dengan tujuan: (1) memurnikan kembali seorang percaya yang sudah jatuh ke dalam dosa (2) memelihara kemurnian keanggotaan jemaat.
Dalam buku Follow Me, Dr. David Platt berkata, “Disiplin gereja bukanlah perkara pelengkap bagi umat Kristen; itu adalah perkara pokok bagi umat Kristen. Disiplin gereja bukanlah bersifat oposional; itu adalah esensial. Disiplin gereja adalah salah satu ekspresi paling jelas dari kasih Tuhan di bumi.”
Dr. David Cloud memberikan tujuh akibat jika gereja mengabaikan disiplin gereja: (1) pembrontakan terhadap otoritas Allah, (2) memimpin jemaat ke dalam kesombongan, (3) menyuburkan immoralitas, (4)membuat keanggotaan gereja tidak berarti, (5) membuat gereja tidak lebih dari perkumpulan sosial, (6) menyebabkan kehilangan kerohanian, (7) pada akhirnya mengabaikan injil
(www.wayoflife.org)
1 komentar:
amin. luar biasa! Maju terua jemaat yang alkitabiah...
Posting Komentar