Rabu, 16 Maret 2016

Jangan keluar dari kehendak Tuhan

"Jangan Keluar dari Kehendak Tuhan"
(Rut 1:1-6)
1. Elimelek melakukan hal yang salah yaitu ia Keluar dari Betlehem-Yehuda (ay.1-2).
   - Bethlehem artinya “Kota Roti”.
   - Elimelekh artinya: “Allah adalah Raja”
   - Yehuda artinya “Bersyukur”
            Kebenarannya adalah, ketika kita sudah diselamatkan, kita telah menikmati roti sorgawi dan air kehidupan yang kekal, maka adalah sebuah kebodohan yang fatal apabila oleh karena masalah kedagingan dan hal duniawi, kita pergi ke luar dari rumah kebenaran atau jemaat lokal dimana kita menerima keselamatan yang sejati.
            Ternyata nama Elimelekh yang artinya “Allah adalah Raja” tidak lantas membuat Elimelekh bersandar pada Allah sebagai Rajanya, Bethlehem pun tidak dianggap karena fokus pada perutnya yang kosong, dan Yehuda tidak akan pernah disyukuri selama yang dilihat dan dikejar adalah urusan perut yang hanya sejengkal ini!
            Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah diselamatkan? Sudahkah kita memiliki kepastian masuk sorga? Kalau belum, pastikan dulu anda diselamatkan dan dosa anda sudah dibereskan. Dan jika sudah diselamatkan, ingat-ingat terus saudara, jangan keluar dari kehendak Tuhan. Tuhan mau anda ada di gereja yang benar, sesulit apapun hidup anda. Karena sesungguhnya hidup itu terus berputar, ada masa dimana roti melimpah, ada masa roti kurang. Saya tidak ingin mengatakan roti habis, sebab sesungguhnya, asal kita patuhi Firman Tuhan “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan” (2 Tes.3:10), dipadukan dengan 1 Tim. 6:8 “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah!”. Maka pasti akan selalu ada roti, bedanya, kadang rotinya melimpah, kadang hanya secukupnya saja.

2. Tempat yang paling baik dan paling aman adalah" Kehendak Tuhan" tidak ada yang susah.
            Tuhan mau kita melakukan Kehendak-Nya, Tuhan tahu hati kita, Tuhan tahu motivasi kita dan Tuhan juga akan menyediakan apa yang kita perlukan. Spiritnya harus jelas, semangatnya harus jelas: bahwa “Dalam Kehendak Tuhan, tidak ada yang susah”. Jadi selama itu yang Tuhan kehendaki, jalani, lakukan, dan tunggu keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam hidupmu. Ingat itu! Elimelekh tidak mengingatnya, karena fokus hidupnya adalah roti duniawi, roti yang fana. Paulus menasehati orang percaya agar jangan bodoh, usahakan mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17).

3. Kembali kepada Tuhan adalah Pilihan yang BENAR.
            Tuhan membuat yang baik seperti "Rut" yang mempunyai Hati yang murni kepada Tuhan. Rut bukanlah orang Israel, apalagi berasal dari Betlehem-Yehuda, dia adalah perempuan Moab, orang asing yang menemukan roti yang hidup, keselamatan yang besar! Dan ketika kondisi meminta dia untuk kembali ke kampungnya, bangsanya, Moab, yang artinya “Pemberontak-Pemberontak”, dia memutuskan meninggalkan bangsanya yang pemberontak, dan pergi ke kota roti, dimana terdapat keselamatan! (ay. 14-16), Rut memutuskan dia menjadi bangsa Israel dan Allah Israel menjadi Allahnya.

            Pernahkah saudara diperhadapkan dengan situasi memilih TETAP DALAM KEHENDAK TUHAN, atau keluar demi roti duniawi? Dalam berbagai kasus dan model, kita akan menghadapinya dalam hidup kita, pesan Firman Tuhan hari ini, janganlah keluar dari kehendak Tuhan. Sesulit apapun, bertahanlah! Dan jika anda sudah terlanjur keluar, kembalilah hari ini juga, selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Rut adalah contoh, dari bangsa pemberontak Moab, pada akhirnya, namanya tercatat sebagai jalur kelahiran Mesias, Yesus Kristus! (Matius 1:5) Amin. *** (kawanan kecil)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar