"Jangan Keluar dari Kehendak
Tuhan"
(Rut 1:1-6)
1. Elimelek melakukan hal yang salah yaitu ia Keluar dari Betlehem-Yehuda
(ay.1-2).
- Bethlehem artinya “Kota
Roti”.
- Elimelekh artinya:
“Allah adalah Raja”
- Yehuda artinya
“Bersyukur”
Kebenarannya
adalah, ketika kita sudah diselamatkan, kita telah menikmati roti sorgawi dan
air kehidupan yang kekal, maka adalah sebuah kebodohan yang fatal apabila oleh
karena masalah kedagingan dan hal duniawi, kita pergi ke luar dari rumah
kebenaran atau jemaat lokal dimana kita menerima keselamatan yang sejati.
Ternyata nama
Elimelekh yang artinya “Allah adalah Raja” tidak lantas membuat Elimelekh
bersandar pada Allah sebagai Rajanya, Bethlehem pun tidak dianggap karena fokus
pada perutnya yang kosong, dan Yehuda tidak akan pernah disyukuri selama yang
dilihat dan dikejar adalah urusan perut yang hanya sejengkal ini!
Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah diselamatkan?
Sudahkah kita memiliki kepastian masuk sorga? Kalau belum, pastikan dulu anda
diselamatkan dan dosa anda sudah dibereskan. Dan jika sudah diselamatkan, ingat-ingat
terus saudara, jangan keluar dari kehendak Tuhan. Tuhan mau anda ada di gereja
yang benar, sesulit apapun hidup anda. Karena sesungguhnya hidup itu terus
berputar, ada masa dimana roti melimpah, ada masa roti kurang. Saya tidak ingin
mengatakan roti habis, sebab sesungguhnya, asal kita patuhi Firman Tuhan “Jika
seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan” (2 Tes.3:10), dipadukan dengan
1 Tim. 6:8 “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah!”. Maka pasti akan selalu
ada roti, bedanya, kadang rotinya melimpah, kadang hanya secukupnya saja.
2. Tempat yang paling baik dan paling aman adalah" Kehendak
Tuhan" tidak ada yang susah.
Tuhan mau kita
melakukan Kehendak-Nya, Tuhan tahu hati kita, Tuhan tahu motivasi kita dan
Tuhan juga akan menyediakan apa yang kita perlukan. Spiritnya harus jelas,
semangatnya harus jelas: bahwa “Dalam Kehendak Tuhan, tidak ada yang susah”. Jadi
selama itu yang Tuhan kehendaki, jalani, lakukan, dan tunggu
keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam hidupmu. Ingat itu! Elimelekh
tidak mengingatnya, karena fokus hidupnya adalah roti duniawi, roti yang fana. Paulus
menasehati orang percaya agar jangan bodoh, usahakan mengerti kehendak Tuhan
(Efesus 5:15-17).
3. Kembali kepada Tuhan adalah Pilihan yang BENAR.
Tuhan membuat yang baik seperti "Rut" yang mempunyai
Hati yang murni kepada Tuhan. Rut bukanlah orang Israel, apalagi berasal dari
Betlehem-Yehuda, dia adalah perempuan Moab, orang asing yang menemukan roti
yang hidup, keselamatan yang besar! Dan ketika kondisi meminta dia untuk
kembali ke kampungnya, bangsanya, Moab, yang artinya “Pemberontak-Pemberontak”,
dia memutuskan meninggalkan bangsanya yang pemberontak, dan pergi ke kota roti,
dimana terdapat keselamatan! (ay. 14-16), Rut memutuskan dia menjadi bangsa
Israel dan Allah Israel menjadi Allahnya.
Pernahkah saudara
diperhadapkan dengan situasi memilih TETAP DALAM KEHENDAK TUHAN, atau keluar
demi roti duniawi? Dalam berbagai kasus dan model, kita akan menghadapinya
dalam hidup kita, pesan Firman Tuhan hari ini, janganlah keluar dari kehendak
Tuhan. Sesulit apapun, bertahanlah! Dan jika anda sudah terlanjur keluar,
kembalilah hari ini juga, selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Rut adalah
contoh, dari bangsa pemberontak Moab, pada akhirnya, namanya tercatat sebagai
jalur kelahiran Mesias, Yesus Kristus! (Matius 1:5) Amin. *** (kawanan kecil)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar