Selasa, 27 September 2016

Lahir Baru / Born Again

bornagain-500x500         Orang-orang percaya bukan sekedar orang-orang baik, tetapi lebih dari itu, mereka adalah-manusia baru. C. S. Lewis dalam bukunya Mere Christianity, meminjam dua kata yunani untuk membedakan dua jenis kehidupan: Bios dan Zoe. Bios merupakan bentuk kehidupan yang dimiliki oleh setiap orang, yaitu kehidupan biologis yang dipertahankan dengan makanan, air dan udara, tetapi pada akhirnya akan berakhir dengan kematian kekal. Sedangkan Zoe, merupakan kehidupan rohani, yaitu jenis kehidupan yang diberikan Allah ketika kita dilahirkan kembali yang berlangsung selamanya. Kedua jenis kehidupan ini bukan saja berbeda, bahkan berlawanan satu sama lain. Bios pada dasarnya merupakan suatu kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, sedangkan Zoe merupakan suatu kehidupan yang berpusat pada Allah dan pada orang lain.

Regenerasi adalah kata lain dari kelahiran kembali. Regenerasi adalah kelahiran ke-dua, yang berbeda dengan kelahiran pertama. Kelahiran pertama terjadi melalui orangtua berdosa; kelahiran ke-dua berasal dari Allah. Kelahiran pertama terjadi melalui bibit tercemar dari orangtua, tetapi kelahiran ke-dua terjadi melalui bibit yang tidak tercemar, Firman Allah (1Pet. 1:23). Kelahiran pertama adalah produk daging; kelahiran ke-dua adalah produk Roh, dimana Roh Kudus memberikan hidup kepada pendosa yang percaya, sebagaimana sang ibu memberi hidup kepada bayi yang baru lahir (Titus 3:5).

Definisi Regenerasi
          Kata regenerasi dalam bahasa Yunani ,yaitu palingesia, yang semata-mata berarti “pembaruan”, “tindakan atau proses digenerasi atau dijadikan ulang.” Tindakan tersebut mengubah kita secara fundamental. Dengan kata lain, kita adalah “kreasi” baru dalam Kristus. Akan tetapi kata ini telah disalah artikan oleh sebagian orang.

Regenerasi bukanlah suatu Legalisme. 
       Jangan pernah berpikir bahwa dengan berusaha menaati hukum-hukum Allah dan berpegang teguh pada hukum itu, itu berarti Anda telah dilahirkan kembali. Jika regenerasi sebatas itu maka semua orang bisa melakukannya tanpa Roh Kudus. Konsep yang salah ini telah menyesatkan banyak orang Kristen. Menaati hukum dan peraturan demi mendapat perkenaan Allah bukan ajaran Alkitab. Kelahiran kembali adalah perubahan dari dalam yang dikerjakan oleh Allah dalam hidup kita. Perubahan tersebut menggerakkan kita untuk menaati Allah karena apa yang telah Allah kerjakan dalam hidup kita, bukan agar Allah melakukan sesuatu dalam kehidupan kita.

Regenerasi bukanlah agama
        Memang regenerasi hanya ditemukan dalam kekristenan, tapi bukan berarti semua orang yang beragama Kristen sudah pasti lahir baru. Yesus pernah bertemu dengan seorang pemimpin agama Yahudi, yakni, Nikodemus (Yoh. 3). Dia seorang farisi yang taat dan sangat bermoral. Tetapi Yesus menyuruhnya untuk dilahirkan kembali. Boleh jadi Anda beragama Kristen, Anda rajin bergereja, Anda bermoral tinggi dan paham tentang ajaran-ajaran pokok Alkitab, namun Anda belum dilahirkan kembali.

Regenerasi bukanlah gaya hidup baru
       Regenerasi atau kelahiran kembali tidak sama dengan aktifitas baru, kebiasaan baru atau gaya hidup baru, meskipun kelahiran kembali membawa dampak besar pada gaya hidup kita. Perubahan lahiriah belum tentu menunjukan bahwa seseorang telah dilahirkan kembali. Konsep yang salah tentang kelahiran baru adalah semakin seseorang tampak ketimuran, hal itu menunjukan bahwa ia telah lahir baru.

Regenerasi bukan Baptisan. 
       Regenerasi mendahului baptisan. Tidak pernah tercatat dalam Alkitab ada orang yang dibaptus agar dilahirkan kembali atau diselamatkan. Dalam Alkitab, mereka yang dibaptis adalah orang-orang percaya yang telah dilahirbarukan(Kisah. 2:37:41; 8:36-37).

Regenerasi adalah Kelahiran Baru. 
      Regenerasi adalah permulaan kehidupan rohani yang baru, yang ditanamkan di dalam diri kita oleh Roh Kudus dengan mengubah hati kita sehingga kita yang dahulunya mati secara rohani menjadi hidup, dan sekarang berkemampuan dan berkehendak untuk melakukan perubahan-perubahan hidup.

Regenerasi adalah Ciptaan Baru. 
       “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”(2Kor. 5:17). Frase untuk “ciptaan baru”, menunjuk pada “pembaharuan roh atau hati” yang dikerjakan Allah dalam hidup. Hal ini bukan penciptaan ulang, sebab pada saat kita dilahirbarukan, kemanusiaan kita tetap dan tidak berubah. Yang berubah dalam hidup orang yang lahir baru adalah hati atau roh. Hati kata amsal adalah sumber kehidupan. Ketika hati ubahkan maka keseluruhan hidup akan mengikutinya. Kata Yunani untuk “ciptaan baru” memiliki gambaran: sebuah kayu biasa yang diubah oleh seorang pemahat menjadi perabot yang indah dan mahal. Itulah yang terjadi pada seseorang yang dilahirkan kembali.

Studi Kata

          Kitab yang paling banyak berbicara mengenai kelahiran kembali dalam Alkitab adalah injil Yohanes. Pasal 1:13, Alkitab menggunakan kata “diperanakkan.” Perhatikan pasal 3:3, Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali” (atau lahir “dari atas,” gennēthē anōthem). Kata gēnnethē berarti “memperanakkan” atau “dilahirkan.” Dan kata anōthem secara harafiah berarti “dari atas”; kata ini juga dapat berarti “kembali, lagi” atau “baru.” Jadi, kata yang tepat untuk regenerasi atau kelahiran kembali adalah “lahir dari atas”, suatu “kelahiran dari sorga” yang berbeda dengan kelahiran biasa yang berasal dari dunia. Dan bentuk aorist dari kata kerja gennēthē yang dipakai, menunjukan bahwa kelahiran baru ini merupakan kejadian tunggal, yang terjadi sekali untuk selamanya.

Ada 3 sifat yang hakiki dari regenerasi atau kelahiran kembali yang alkitabiah:
  1. Regenerasi merupakan perubahan yang terjadi sekali dan seketika. Regenerasi bukan suatu proses bertahap seperti pengudusan yang progresif.
  2. Regenerasi merupakan perubahan yang supernatural. Perubahan ini hanya dikerjakan oleh Allah sendiri tanpa bantuan manusia. Kuasa Allah yang ajaib menghidupkan atau menciptakan kembali pendosa agar hidup kembali. Ketika kita bertobat, secara supernatural Allah membangkitkan kita dari kematian rohani kepada kehidupan rohani.
  3. Regenerasi merupakan perubahan yang radikal. Karena istilah “radikal” berasal dari kata Latin untuk “akar” (radix), maka ini berarti regenerasi merupakan suatu perubahan pada akar natur kita. Seseorang yang diregenerasi mendapatkan kehidupan rohani yang ditanamkan Allah dalam hidupnya, dan kehidupan rohani ini melahirkan perubahan menyeluruh dalam pribadi orang tersebut. Regenerasi yang dilakukan Allah secara ajaib merupakan perubahan total atau menyeluruh.
Mengapa Harus dilahirkan Kembali

        Setiap orang harus dilahirkan kembali. Mengapa? Semua manusia telah mengalami kematian rohani (Ef. 2:1) dan telah melakukan dosa (Roma 3:23). Di Taman Eden, Allah telah memperingatkan Adam dan Hawa, “Pada hari engkau memakannya, (buah dari pohon pengetahuan) pastilah engkau mati (Kej 2:17). Dan mereka memang mati. Untuk pertama kali menjadi sangat malu, dan mereka mencoba melarikan diri dari Tuhan. Mereka diusir dari Taman, pikiran mereka menjadi gelap, hubungan dengan Tuhan putus, komunikasi mereka dengan Tuhan rusak. 
        Sejak saat itu semua manusia harus mengalami kematian jasmani. Dan akhirnya, manusia akan mengalami kematian kekal di neraka (Roma 5:12). Manusia telah mengalami kerusakan yang sangat parah. Dosa telah merusak system dan paradigma manusia. Kecenderungannya ingin selalu melakukan dosa. Egois, sombong dan mementingkan diri sendiri. Keadaan manusia digambarkan jelas dalam Roma 1:18-32. Kondisi inilah yang menjadi alasan bahwa setiap orang harus dilahirkan kembali. Tanpa kelahiran baru, kita tidak akan pernah melihat sorga (Yoh. 3:5).

       Tidak ada satu orang pun yang dapat mengubah keadaan ini. Sebaik apapun dan sesaleh apapun Anda di dunia, Anda tetaplah orang mati (Yes. 64:6). Usaha, amal, dan kebajikan dalam bentuk apapun tidak dapat mengubah status kita (baca: Yer. 13:23). Hanya Tuhan yang dapat mengubah kerusakan ini. Hanya Tuhan yang dapat menghidupkan kehidupan rohani yang mati, hati yang rusak dan pikiran yang gelap ini dengan cara melahirbarukan manusia tak kala manusia merendahkan diri bertobat dari dosa-dosanya dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bagaimana Kita Dilahirkan Kembali ?

       Manusia tidak dapat meregenerasikan diri sendiri. Dilahirkan dari atas dikerjakan oleh Allah. Pertayaanya, pada saat apa kita mengalami peristiwa supernatural ini? Dalam Injil Yohanes 3:14-16, Yesus mengingatkan Nikodemus tentang kisah Perjanjin Lama bagaimana Musa meletakkan ular tembaga di atas sebuah tiang dan mengundang mereka yang mendapat penyakit mematikan untuk memandang ular itu. Jika mereka menerima undangan Musa dengan memandang ular tembaga di atas tiang, tindakan iman itu akan menyelamatkan mereka.

       Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada hari itu di padang gurun. Banyak orang mengeluh, mengatakan bahwa undangan itu tidak masuk akal, tidak logis dan bertentangan dengan ilmu kedokteran. Bagaimana mungkin memandang ke seekor ular tanpa menyentuh ular tembaga itu, penyakit mematikan disembuhkan? Bagaimana mungkin hanya dengan percaya atau beriman kita dilahirbarukan dan diselamatkan? Itulah yang dilakukan Allah kepada orang yang menanggapiNya dengan iman. Undangan Allah di zaman ini masih tetap sama, yakni barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ayat 16). Barang siapa yang tidak percaya akan dihukum (ayat 18).

     Allah menghidupkan orang-orang berdosa yang menerimaNya sebagai Juruselamat yang mati menggantikan mereka di kayu salib, yang telah membayar sumua dosa-dosa mereka dan menerima pengampunan penuh atas semua dosa-dosa mereka serta bersedia hidup bagi Kristus. Itulah iman, yang di dalamnya ada pertobatan. Pada saat Anda beriman regenerasi terjadi, Anda dilahirkan kembali, hati Anda diperbaharui, benar-benar baru.

       Kita yang mengalaminya tidak melihat apa-apa, tapi kita dapat merasakannya dan orang lain menyaksikannya (Yoh. 3:8). Perubahan itu terjadi dari dalam, kemudian menampakkan diri ke luar. Artinya, kelahiran baru itu bisa dilihat. Ada dampak yang ditimbulkan dari dalam. Dampak kelahiran baru dapat kita lihat dari tutur kata, tingkah laku, dan perbuatan-perbuatan. Alkitab berkata, pohon yang baik menghasilkan buah yang baik pula (Mat. 12:33).

       Mungkinkah pohon mangga mengeluarkan buah duren? Mungkinkah orang yang telah dilahirkan kembali suka menjelekkan orang lain, tidak suka mengampuni, dan tidak mau dinasehati? Mungkinkah orang yang mengaku lahir baru hidup dalam amarah? Orang yang telah dilahirkan “dari atas” mengeluarkan tutur kata yang santun, sikap yang rendah hati, kasih yang tulus iklas, penuh belas kasihan dan relah mengampuni, serta perbuatan moral yang terpuji (baca: Efesus 4:22-32). Dan semua itu berasal dari hati yang telah diperbaharui oleh Roh Kudus.

     Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17


By: Ps. Alki F. Tombuku

Sumber:

Alkitab (LAI)

Anthony Hoekema, Save by grace (Momentum)

Billy Graham, Dilahirkan kembali (LLB)

C.S. Lewis, Mere Christianity (Pionir Jaya)

Erwin Lutzer, Kehidupan yang kekal (Interaksara)

John Piper, Finally Alive (Pionir Jaya)

Suhento Liauw, Kapan saja saya mati, saya pasti masuk sorga (Graphe)

Singclair Ferguson, Kehidupan Kristen (Momentum)

Tonny Evans, Sungguh-sungguh diselamatkan (Interaksara)

Kesombongan

          Kesombongan adalah salah satu dosa yang memiliki akibat yang sangat menghancurkan. Banyak masalah dalam hidup kita merupakan hasil dari kesombongan dalam hidup kita, tapi terlalu banyak orang yang gagal untuk menyadari hal ini. Mereka menjadi begitu sombong atas hal-hal baik yang telah diberikan Allah kepada mereka – pekerjaan, harta, keahlian, keluarga, kedudukan, anak-anak, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.


         Allah membenci kesombongan. Jika ada satu dosa yang dibenci Allah di atas segalanya, pastilah itu dosa kesombongan. Bahkan faktanya kesombongan berada pada urutan teratas dalam daftar dosa yang Dia benci (Amsal 6:16-17; Amsal 8:13).


Membongkar Jahatnya Kesombongan

Langkah pertama yang biasa diambil seseorang menuju kesombongan terjadi ketika ia tidak menundukkan diri kepada otoritas di atasnya.

          Kita dengan keliru mempercayai bahwa kita tahu lebih banyak daripada pemimpin yang telah Tuhan ditempatkan untuk kita. Itu adalah sebab kejatuhan setan, ia tidak mau tunduk di bawa otoritas Allah. Sama seperti setan, kita mulai merasa lebih hebat, lebih tahu, lebih berpengalaman dan lebih dan lebih (Yesaya 14:13). Sekali seseorang memutuskan untuk mengikuti kata-kata dan pikiran-pikirannya yang menyesatkan, kesombongan mendapatkan tanah yang subur untuk bertumbuh.

Kedua, ketika seseorang berpikir bahwa dirinya benar secara moral dan doktrinal, dan orang lain salah (Lukas 18:9).

        Kesombongan tidak pernah mengakui kesalahan dan kegagalannya. Bahkan orang yang sombong akan terus memaksa maju, mencari kepuasan diri sendiri dengan membabi buta. Seorang yang sombong percaya bahwa setiap hal baik dalam kehidupan ini adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Ia merasa yakin bahwa dalam konflik apapun ia benar dan orang yang lain salah. Ia yakin bahwa ia memiliki semua keahlian yang diperlukan untuk menangani masalah apa pun yang muncul. Kesombongan selalu memberi penekanan berlebihan terhadap diri sendiri.

Ketiga, ketika seseorang cenderung suka menghakimi orang lain (Matius 7:1-6).

           Kesombongan sering bersembunyi dibalik alasan demi menegakkan kebenaran. Memang orang percaya diperbolehkan menghakimi, asalkan adil berdasarkan Alkitab (Yohanes 7:24).

Menjadi korban kesombongan.

Seseorang menjadi korban kesombongan karena beberapa alasan :
  • Hidup berpusat pada diri sendiri.
  • Perasaan-perasaan yang tidak pernah merasa cukup
  • Ketidakdewasaan dan ketidaksanggupan untuk menghadapi tanggung jawab.
  • Ketidakmampuan untuk menangani kekayaan, kedudukan, dan berkat-berkat yang telah diberikan Allah.
     Tanda-tanda khusus memberitahukan kepada kita bahwa kita sedang bergumul dengan kesombongan.
  • Keangkuhan
  • Peninggian diri
  • Kurangnya keinginan untuk memberi kepada Allah dan sesama orang percaya.
  • Sikap egois
  • Penolakan untuk mendengarkan nasihat orang lain
  • Kurangnya penundukan terhadap mereka yang memiliki orotitas
  • Roh pemberontakan
  • Menyombongkan diri serta membual
  • Kurangnya kerendahan hati terhadap Allah dan sesama
  • Ketidakmampuan untuk menerima pujian atau pemberian
     Kesombongan memiliki banyak wajah. Karena alasan ini, Allah memperingatkan kita untuk waspada dalam usaha kita melawannya. Jangan membukakan pintu buat kesombongan.
  • Berbagai konsekuensi dari kesombongan dalam kehidupan orang percaya
  • merusak persekutuan kita dengan Allah
  • menuntun pada hubungan-hubungan yang rusak dengan sesama
  • menghambat berkat Allah dan menyebabkan kita kehilangan upah
  • mengurangi kepenuhan dalam hubungan dengan Dia
  • memikat kita untuk menyenangkan orang-orang yang membangun ego kita
  • menyediakan tempat bagi kita untuk membuat kesalahan-kesalahan yang bodoh
  • menghentikan pekerjaan Roh kudus dalam hidup kita
  • menyebabkan ketidakbersediaan untuk berdoa
  • menyebabkan kita lebih menekankan diri sendiri daripada Allah

Tujuh langkah untuk berhasil mengatasi kesombongan : 
  1. Menyadari bahwa kesombongan ada dalam diri anda.
  2. Mintalah kepada Allah untuk mengampuni Anda karena kesombongan Anda.
  3. Berdoalah supaya Dia memberikan kepada Anda kemampuan untuk meninggalkan kesombongan.
  4. Berdoalah agar Dia menyusun tembok perlindungan di sekeliling hidup kita. Mintalah juga kepadanya agar dia memberikan kepada kita hikmat untuk mendeteksi dosa kesombongan sebelum anda mendekatinya.
  5. Ingatlah dari mana anda berasal dan seberapa jauh Allah telah membawa Anda sampai pada posisi sekarang.
  6. Mintalah kepada Allah untuk menolong anda menginat kembali hal-hal baik yang telah Dia lakukan dalam hidup anda, dan berhentilah membandingkan diri anda dengan orang lain.
       Ranjau kesombongan merupakan salah satu senjata yang paling mematikan dalam gudang senjata setan. Ini merupakan senjata yang menyebabkan setan jatuh dari surga, dan hal ini juga pasti menciptakan malapetaka dalam hidup anda.

        Selama kesombongan mendapat tempat utama dalam hati anda, akibatnya, Kristus tidak menjadi sepenuhnya Tuhan dalam hidup anda, meskipun anda telah menerima Dia menjadi Tuhan dan Juruselamat anda.
 
 
Oleh : Dr. Charles Stanley

Senin, 09 Mei 2016

Doa Bapa Kami


     Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.] (Mat.6:9-13)

    “Doa Bapa Kami” adalah doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus untuk diajarkan kepada murid-muridNya. Di Indonesia, karena mengikuti tradisi Belanda dan Gereja Katolik, menyebutnya Doa Bapa Kami, sedangkan di Inggris dan Amerika menyebutnya Doa Tuhan (The Lord’s Prayer).

    Untuk memahami Doa Bapa Kami, seseorang harus memahami beberapa hal. Pertama seseorang harus memahami bahwa kedatangan Tuhanyang pertama sesungguhnya adalah penggenapan janji Allah untuk mendirikan Kerajaan Daud yang tak berkesudahan yang kini kita menyebutnya Kerajaan Seribu Tahun (Kis.1:6-7). Seluruh pemberitaan dan pengajaran bagian awal pelayanan Tuhan difokuskan untuk tujuan tersebut. Kata Tuhan, jika bangsa Yahudi menerima Yohanes maka ia adalah Elia (Mat.11:13-14) yang berarti juga pasti akan menerima Yesus sebagai Mesias. Kata “jika” (ei) pada ayat 14 memiliki arti yang sangat penting. Kata ini mengandung unsur “kemungkinan”. Ayat ini bisa dimengerti hanya jika seseorang memahami hakekat “kehendak bebas” (free will) yang Allah berikan kepada manusia.

    Tanpa memahami bahwa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia sejak penciptaannya, tidak mungkin dapat mengerti kata if atau ei pada Matius 11:14. Kedua, Ternyata bangsa Yahudi tidak menerima Elia sehingga ia menjadi Yohanes Pembaptis. Penolakan terhadap Elia sama artinya dengan penolakan terhadap Sang Mesias yang diperkenalkannya. Dengan demikian maka Kerjaan Seribu Tahun atau Kerajaan Daud yang dijanjikan ditunda sehubungandengan penolakan bangsa Yahudi terhadap raja mereka.

    Ketiga, menurut kitab Daniel, sebelum memasuki Kerajaan Daud atau Kerajaan Seribu Tahun, bangsa Yahudiakan memasuki satu masa yang disebut masa kesusahanYakub atau masa penganiayaan bangsa Yahudi.

    Dinubuatkan dalam kitab Daniel pasal 9:27 bahwa itu adalah suatu kesusahan yang belum pernah terjadi. Jadi, khotbahTuhan Yesus dibukit dalam Matius pasal 5 hingga 7 adalah khotbah mengantisipasi pendengarNya untuk memasuki masa kesusahan selama 7 tahun. Jika sebagian besar bangsa Yahudi mengakuiNya sebagai Mesias yang berarti menerima Dia sebagai Raja, maka Yesus tetap akan disalibkan sesuai dengan nubuatan kitab P.L. dan pengikutNya akan mengalami penganiayaan selama 7 tahun oleh pemerintahan Romawi yang adalah pemerintahan dunia saat itu.

   Tetapi kenyataan yang kita dapatkan adalah bahwa bangsa Yahudi menolak Yohanes dan menolak Mesias mereka. Untuk itu Rasul Paulus menjelaskan bahwa karena penolakan bangsa Yahudi, maka anugerah keselamatan dialihkan kepada bangsa non-Yahudi. Namun untuk memahami makna khotbah Tuhan Yesus dibukit yang tercatat dalam Matius 5 hingga 7, seseorang mutlak memahami tentang eschatology Yahudi.

    Masa dimana kita sedang di dalamnya tidak terdapat dalam eschatology Yahudi. Bermodalkan back-ground knowledge inilah seseorang akan lebih memahami tentang Doa Bapa Kami.

    Doa Bapa Kami adalah sebuah pola yang Tuhan ingin diikuti oleh para muridNya dalam mengantisipasi penganiayaan yang akan mereka alami jika sebagian besar bangsa Yahudi menerimaNya. Ketika doa ini diajarkan, Yesus Kristus belum ditolak oleh bangsa Yahudi. Suasana saat itu ialah suasana mengantisipasi penganiayaan.

    Khotbah Di Bukit yang tercatat dalam Injil Matius pasal 5 hingga 7 sesungguhnya adalah pengumuman Tuhan tentang karakter (5:1-16), undang-undang (5:17-48), dan prinsip-prinsip (6:1-7:29) kerajaanNya. Jadi “Doa Bapa Kami” termasuk dalam prinsip-prinsip Kerajaan Seribu Tahun yang Tuhan ajarkan kepada murid-muridNya untuk membekali mereka dalam memasuki masa penganiayaan 7 tahun sebagaimana dinubuatkan Daniel (Dan.9:27).

   Keempat, Doa Bapa Kami adalah sebuah bagan doa, bukan doa hafalan seremonial yang harus di hafal dalam kebaktian. Kekristenan tidak memiliki mantra untuk dihafalkan yang jika dilakukan maka akan adakhasiatgaibnya. Ibadah Perjanjian Baru adalah ibadah didalam roh dan kebenaran, yaitu ibadah dengan hati. Pada hari Minggu kita tidak datang menyembah Tuhan di gereja, melainkan datang berjemaat. Kita menyembah Tuhan dengan hati kita, dan tidak terbatasi oleh waktu, tempat bahkan sikap tubuh kita. Pada Minggu pagi kita datang berjemaat, bernyanyi, berdoa, mempelajari kebenaran firman Tuhan, bukan untuk menyembah. Banyak orang Kristen tidak memahami ibadah sejati Perjanjian Baru. (Silakan baca buku Tata Cara Ibadah Yang Alkitabiah penerbit: GRAPHE)

      Doa Bapa Kami adalah sebuah bagan doa yang Tuhan ajarkan kepada murid-murid-Nya. Sama sekali bukan untuk dihafalkan dan diucapkan seperti para dukun menghafal mantra, melainkan sebuah bagan yang point-pointnya sangat indah. Tiap-tiap kata, apalagi kalimat, mengandung makna yang sangat dalam. Misalnya, di dalam doa manusia, hal terpenting ialah posisinya dan posisi Sang Pencipta. Apa hubungannya dengan Sang Pencipta? Siapakah, atau dipanggil sebagai apakah Sang Pencipta itu?


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu 

     Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya memanggil Allah sebagai Bapa. Ia memberikan kepada mereka posisiNya (sonship) dengan mengajar mereka memanggil Bapa. Yudaisme tidak biasa memanggil Allah sebagai Bapa, walaupun berkali-kali para nabi mengungkapkan kerinduan Allah menjadi Bapa mereka. Mereka banyak kali memanggil-Nya Yahweh, atau Elohim. Tetapi Yesus mengajar murid-muridNya memanggil Bapa, suatu hubungan yang sangat intim. Yesus membawa pengajaran baru, bahwa setiap orang yang menyambutNya sebagai Mesias berhak memanggil Allah sebagai Bapa. Pencipta langit dan bumi adalah Bapaku, itulah sebabnya aku menyampaikan isi hatiku kepadaNya.

    Dikuduskanlah namamu. Kekudusan nama Bapa adalah keinginan yang luhur dari seorang anak. Tanggung jawab utama anak ialah menjaga nama baik Bapa. Dalam meminta apapun kepada Bapa, jangan melupakan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan namaNya. Bahkan dalam keadaan

    apapaun, termasuk dalam penganiayaan, dalam kelaparan, nama baik Bapa harus dijaga. Jangan sampai ada yang menyangkal atau mencuri karena semua itu akan menghinakan nama Bapa.


Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga 

   Orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias adalah orang yang merindukan Kerajaan Sorga. Terlebih lagi jika mereka dalam situasi penganiayaan, maka doa memohon kedatangan Kerajaan Sorga akan semakin dikumandangkan. Khotbah Yohanes Pembaptis adalah “bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat.3:2). Demikian juga thema khotbah Tuhan Yesus, “bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat.4:17).Orang-orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang penuh harap akan kedatangan Kerajaan Sorga.

     Orang benar akan semakin terhimpit dan akan semakin menemui kesulitan terutama ketika orang jahat semakin berkuasa. Kalau orang baik lebih kuat dan berkuasa, damailah bumi, namun sebaliknya jika orang jahat lebih kuat dan bekuasa maka suramlah bumi. Setiap orang kudus di muka bumi pasti akan sangat merindukan kedatangan Kerajaan Sorga yang penuh damai.

Jadilah kehendakmu di bumi seperti di Sorga. Setiap orang yang telah diselamatkan, yang memiliki kepastian masuk Sorga, dan yang sangat merindukan suasana sorgawi, harus sering mengucapkan dan menghayati kata-kata tersebut dalam doa. Ketika Kerajaan Sorga turun, yaitu kehadiran Kerajaan Daud, maka saat itu di bumi akan seperti di Sorga. Pada saat itu Mesias, singa muda dari Yehuda, Putra Daud akan memerintah selama-lamanya.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 

    Jika mayoritas bangsa Yahudi menerima Yohanes sebagai Elia (Mat.11:14), yang berarti juga menerima Yesus sebagai Mesias, maka Kerajaan Romawi pasti akan memerangi mereka karena dengan meninggikan Mesias mereka akan dinilai memberontak. Pada tahun 70 AD pernah terjadi pemberontakan tetapi bukan dipimpin oleh Mesias. Jenderal Titus dari Roma datang mengepung kota Yerusalem sehingga penduduknya kelaparan berat.

  Itulah sebabnya Sang Mesias dalam mengantisipasi pengikutnya yang jika mayoritas YahudimenerimaNya maka mereka akan menghadapi kesusahan berat, berdoa untuk makanan yang dibutuhkan tiap-tiap hari.

     Lucu sekali jika hari ini, orang Kristen yang telah memiliki makanan untuk berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, asal bunyi, menghafalkan doa ini tanpa memahami maknanya. Alangkah bagusnya kalau kata “kami” diganti dengan “orang miskin” atau nama seseorang yang kita tahu ia susah, daripada mengucapkan doa asal bunyi tanpa makna.

    Makanan adalah kebutuhan yang paling utama dari kehidupan manusia. Ketika Tuhan mengajarkan bagan doa ini kepada murid-muridNya, Ia sedang mengantisipasi mereka memasuki masa penganiayaan tujuh tahun menjelang kedatangan Kerajaan Sorga ke bumi.

    Pada saat itu betul-betul makanan hari lepas hari sangat penting, bukan tabungan di bank. Sekali lagi bagan doa ini tidak dimaksudkan untuk upacara seremoial, melainkan sebuah pola doa. Kapankah dalam doa seseorang ia meminta kebutuhan diriNya?

    Tentu setelah ia tahu jelas siapa dia dan siapa Sang Pencipta. Dan tentu setelah ia merindukan kedatangan Kerajaan Sorga dan senantiasa menjaga kekudusan nama Bapa.

ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami 

   Tuhan Yesus pada Mat.18:21-35 dalam menjawab pertanyaan Petrus tentang berapa kali ia harus mengampuni saudara yang bersalah kepadanya, menceritakan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang tidak mau menghapus hutang saudaranya padahal ia telah menerima penghapusan hutangnya dari raja. Ketika raja mendengar tindakan kejamnya terhadap saudaranya maka raja pun marah dan membatalkan pengampunannya.

    Bukankah sejak kita bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus semua dosa kita telah diampuni? Benar! Lalu mengapakah kita diajar berdoa memohon ampun? Hal yang perlu diperhatikan pertama ialah bahwa semua dosa kita ditanggung Tuhan Yesus sehingga di hadapan Allah Bapa kita adalah orang-orang kudus.Tetapi kita harusmengerti bahwa setiap kali kita jatuh ke dalam dosa, maka kita bersalah kepada Tuhan Yesus, Pribadi penanggung dosa kita.

   Kedua, orang yang mendapat pengampunan Allah sepatutnya akan sangat rela mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Orang Kristen lahir baru bisa jatuh ke dalam dosa tetapi tidak memiliki sifat dosa. Membenci, mendendam adalah sifat dosa, bukan jatuh ke dalam dosa. Marah adalah tindakan dosa yang seketika (punctiliar), tetapi membenci atau mendendam bersifat terus menerus (linear). Itulah sebabnya dalam I Yoh.2:9,11, 3:15, 4:20 dikatakan bahwa orang yang membenci saudaranya tidak memiliki Allah. Dan kalau marah jangan sampai matahari terbenam karena itu akan berubah menjadi benci.

     Selaras dengan perumpamaan yang dikatakan Tuhan kepada Petrus, Tuhan mengajar muridNya bahwa orang yang masih membenci saudaranya belum memiliki jaminan pengampunan Sang Raja. Atau sesungguhnya ia baru mendengar bahwa hutangnya telah diampuni namun belum memilikinya di dalam hatinya.

    Tuhan mau ketika murid-muridNya berdoa terdapat ekspresi perubahan hati. Ketika seseorang dihapuskan hutangnya sebanyak sepuluh miliar, sepatutnya ia tidak menuntut saudaranya yang berhutang kepadanya hanya sepuluh juta karena pengampunan Sang Raja yang amat besar itu telah merubah hatinya. Tuhan mau dalam doa kita terdapat ekspresi sifat hati kita yang telah berubah. Setiap kali seorang murid berdoa, ia harus selalu ingat bahwa ia berbicara kepada Pribadi yang telah mengampuni semua dosanya dan ia harus juga telah mengampuni orang-orang yang bersalah kepadanya.

janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, 
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat 

    Bukankah Yakobus berkata bahwa Allah tidak mencobai dan dicobai? (Yak.1:13). Benar sekali, Allah tidak memiliki keinginan daging, dan juga tidak memiliki ambisi, bahkan tidak memiliki pikiran jahat. Hanya pada pribadi-pribadi yangmemiliki tendensi negatif tersebutlah yang bisa dicobai. Dan Allah juga tidak mencobai karena Allah tidak memiliki keingin menjatuhkan anak-anakNya. Pohon pengetahuan yang baik dan jahat di taman Eden hanya sebuah fasilitas bagimanusia yang diciptakan dengan kebebasan berpikir untuk mengimplementasikan kebebasannya dan membuktikan kesetiaannya. Untuk memahami kalimat tersebut di atas dengan baik, seseorang harus memahami bahwa doa ini untuk mengantisipasi masa kesusahan Yahudi (kepicikan) selama tujuh tahun.Kata “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” bisa diartikan “jangan membiarkan kami dicobai atau dianiaya”. Sebab anak kalimat berikutnya “lepaskanlah kami dari pada yang jahat” memberi penerangan tentang pencobaan yang dimaksudkan pada induk kalimatnya, ialah hal-hal yang jahat yang akan terjadi selama tujuh tahun. Artinya, Allah akan menjatuhkan hukuman atas dunia ini, dan karena hukumanNya termasuk bencana alam dan lain sebagainya, maka sulit bagimuridNya yang tinggal bersama-sama dengan orang jahat untuk dibedakan.

    Kata “membawa kami” tidak perlu diartikan dengan tindakan seperti seorangmembawa anaknya untuk disuntik dokter. Sama seperti kata Tuhan “jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk.14:26). Ketika ada dua orang menuntut kita mengasihinya lebih dari yang lain, maka ketika kita memilih salah satu maka yang satunya biasanya menilai keputusan itu membencinya. Kata “membawa ke dalam pencobaan” bisa diartikan tidak menghindarkannya dari pencobaan atau membiarkannya dicobai.

     Kita tahu bahwa ketika Tuhan menulahi Mesir Ia memang pernah membedakan kelompok Yahudi dari orang Mesir. Tetapi itu sangat tergantung pada jenis malapetakanya. Kalau gempa bumi, mungkin sulit untuk membedakan rumah anak Tuhan dan rumah orang jahat yang kebetulan letaknya bersebelahan. Lagi pula waktu di Mesir orang Yahudi tinggal di tempat yang terpisah dari orang Mesir.

    Namun sekali lagi ini adalah bagan doa, dimana kini kita tahu bahwa dunia suatu hari pasti akan dihukum. Bahkan kita tahu Indonesia suatu hari akan (sedang?) dihukum atas dosa diskriminasi, dan dosa perkosaan, pembunuhan yang tidak pernah diusut dan diadili. Adalah tepat jika bagan doa yang Tuhan ajarkan terdapat point memohon agar Tuhan menghindarkan atau melepaskan kita dari cobaan kejahatan. Bahkan Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, kalau bisa cawan penderitaan salib berlalu dariNya. Tetapi tetap kehendak Bapa yang diutamakan. Kita berdoa kiranya Bapa melepaskan kita dari pencobaan, namun jika karena hukuman yang harus dijatuhkan terhadap orang-orang disekitar kita yang efeknya akan merembes ke kita, maka kita meminta Bapa memberi kekuatan kepada kita untukmenanggungnya. Bahkan sekalipun kita tidak akan masuk ke dalam penganiayaan 7 tahun karena kita telah diangkat, namun tetap boleh berdoa agar Tuhanmenghindarkan kita dari yang jahat.


Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan 
sampai selama-lamanya. Amin. 

   Kalimat ini pada Critical Text tidak ditemukan oleh sebab itu Lembaga Alkitab Indonesia menempatkannya dalam kurung. Tetapi kalimat ini ada dalam Textus Receptus karena sesungguhnya ada pada naskah asli tulisan Matius. Kalimat doxology ini jelas ada karena terdapat di banyak manuskrip kuno. Dan kalau itu dihilangkan terkesan putus di tengah jalan, atau belum diakhiri. Secara logika kita tahu bahwa dalam pekerjaan penyalinan ulang, lebih besar kecenderungan mengurangi daripada menambahi. Untuk itu seharusnya LAI tidak menaruh tanda kurung pada kalimat tersebut. 

     Kalimat tersebut di atas merupakan cetusan sikap hati yang menyembah. Dan juga terkandung di dalamnya sikap hati yang pasrah kepada Tuhan setelah menaikan permohonan doa kepadaNya. Pengakuan bahwa Allahlah yang empunya kuasa merupakan pengakuan penyerahan kepada kehendakNya. Biarlah Tuhan yang empunya kuasa yang melaksanakan kehendakNya dengan segenap hikmat dan kuasaNya.

     Jangan berdoa dengan sikap memaksa Tuhan. Atau menganggap Tuhan semacam kuasa gaib yang pasif, yang kalau kita memenuhi semua persyaratan yang ditetapkanNya, atau bahkan menyebut barang yang kita minta dengan detail maka akan mendapat. Ada yang berdoa dengan suara membentak-bentak, ada yang berdoa dengan sikap mengklaim Tuhan seperti mengklaim asuransi.

     Baiklah kita berdoa dengan sikap hati menyembah, seperti anak berbicara kepada Bapa yang baik, yang penuh kasih. Contohlah pola doa yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tentu kita boleh berdoa dengan pola kita sendiri. Tetapi yang sangat perlu diperhatikan ialah sikap hati kita. Berdoalah dengan hati, bukan dengan mulut yang asal bunyi, atau yang dihafalkan dalam prosesi upacara seremonial, karena bukan untuk itu Doa Bapa Kami ini Tuhan ajarkan. Ia mengajarkan sebuah pola doa, yang kalau kita mau berdoa kita bisa mengikuti bagan doa ini.

     Dan tentu boleh dengan bebas memakai kata-kata kita sendiri. Amin. Artinya sungguh. Setiap doa harus diucapkan dengan sungguh, bukan dengan asal bunyi atau semacam hafalan.***

Jumat, 06 Mei 2016

12 Dalil YESUS Adalah TUHAN


1. Yesus menyebut DiriNya Sendiri Sebagai Tuhan.
(Yohanes 13:13 – Kamu memanggil Aku: Guru dan Tuhan. Dan kamu berkata benar, sebab Akulah Dia.)

2. Orang-orang Memanggil Yesus sebagai Tuhan.
a. Thomas – Yohanes 20:28 Dan Tomas menjawab dan berkata kepada-Nya, “Tuhanku dan Allahku! ”,
b. Orang-orang Pada Akhir Zaman
Matius 7:22 Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir setan, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?

3. Yesus Tidak Melarang Orang-orang Lain MenyembahNya
a. Orang Kusta menyembahNya
Matius 8:2, Dan tampaklah seorang kusta yang datang menyembah kepada-Nya sambil berkata, “Tuan, jika Engkau mau, Engkau dapat menahirkan aku.”

b. Kepala Rumah Ibadat MenyembahNya
Matius 9:18, Sementara Dia membicarakan hal-hal itu kepada mereka, tampaklah seorang pemimpin yang datang menyembah kepada-Nya seraya berkata, “Anak perempuanku baru saja meninggal; tetapi tumpangkanlah tangan-Mu atasnya ketika datang, maka dia akan hidup!”

c. Murid-muridNya menyembahNya
Matius 28:9, Dan ketika mereka terus berjalan untuk memberitahu kepada para murid-Nya, maka tampaklah YESUS menjumpai mereka seraya berkata, “Salam!” Dan seraya datang mendekat, mereka memegang kaki-Nya dan menyembah-Nya.

4. Yesus Memakai Gelar-Gelar Ilahi bagi DiriNya (Matius 26:63b – 64, Anak Allah dan Anak Manusia, ada beberapa gelar ilahi lain yang dipakai oleh Yesus, Dengan memakai gelar-gelar ilahi itu, Yesus hendak menunjukkan bahwa Ia memang adalah Tuhan)
Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”

5. Yesus mempunyai otoritas Penuh atas Sorga dan Bumi
(Matius 28:18, Dan seraya mendekat, YESUS berbicara kepada mereka sambil berkata, “Segala otoritas di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Ku.)

6. Yesus Tidak Berawal dan Tidak Berakhir
(Wahyu 1:8, Yesus berfirman “Aku adalah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan, Yang Ada dan Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang, Penguasa Semesta.”
Wahyu 22:13, Akulah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan, yang Pertama dan yang Terakhir.)

7. Yesus mempunyai Kuasa Untuk Mengampuni DOSA
(Markus 2:5, Dan setelah melihat iman mereka, berkatalah YESUS kepada orang lumpuh itu, “Nak, dosa-dosamu telah diampunkan bagimu.”

Markus 2:10 Akan tetapi, supaya kamu mengetahui bahwa Anak Manusia mempunyai otoritas di dunia ini untuk mengampunkan dosa,” Dia berkata kepada orang lumpuh itu,…)

8. Yesus adalah HAKIM manusia pada akhir zaman
(Matius 16:27, Sebab, Anak Manusia akan segera datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, bersama para malaikat-Nya; dan kemudian Dia akan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya.)

9. Yesus berkuasa atas hidup mati manusia
(Yohanes 11:25-26a
YESUS berkata kepadanya, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa yang percaya kepada-Ku, walaupun sudah mati, dia akan hidup.
Joh 11:26 Dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku sekali-kali tidak akan mati selama-lamanya. ”)

10. Perkataan Yesus Tidak Akan Berlalu
(Markus 13:31, Langit dan bumi akan berlalu, tetapi firman-Ku sekali-kali tidak akan berlalu.)

11. Yesus menyejajarkan DiriNya dengan Bapa
a. Yesus Tak Terpisahkan dari Bapa,
Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu!”

b. Manusia Harus Percaya kepada Yesus seperti mereka Percaya Kepada Bapa,
Yohanes 14:1, Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

c. Manusia harus menghormati Yesus Sama Seperti Menghormati Bapa,
Yohanes 5:23, supaya semua orang menghormati Putra sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa tidak menghormati Putra, dia tidak menghormati Bapa yang telah mengutus-Nya.

12. Yesus Tidak Berasal Dari Dunia ini, Tetapi Dari SORGA Yohanes 8:23, Dan Dia berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku berasal dari atas. Kamu berasal dari dunia ini, Aku tidak berasal dari dunia ini.

KESIMPULAN:
Dari Pengakuan Yesus sendiri, Hal-hal yang dikatakan dan DilakukanNya, Gelar-Gelar yang DipakaiNya, Sebutan Orang kepadaNya dan Penyembahan orang yan Tidak ditolakNya, Dapat Disimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang layak DISEMBAH. Ia datang ke dalam DUNIA bukan dengan MENDEKLARASIKAN diri sebagai Tuhan, tetapi dengan berinkarnasi, mengambil rupa seorang HAMBA, lalu menderita dan mati untuk MENEBUS Manusia ciptaanNya dari DOSA (Markus 10:45, Sebab Anak Manusia pun datang tidak untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan jiwa-Nya sebagai harga tebusan ganti banyak orang.”)

Pendalaman Alkitab Manna Surgawi Maret 2016

Selasa, 03 Mei 2016

Saat Tuhan Tidak Berkenan Dijumpai

image
      Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat! Yesaya 55:6

      Ada saatnya TUHAN berkenan ditemui, berarti ada saatnya juga Ia tidak berkenan ditemui. Ada waktu ketika TUHAN masih dekat dengan kita dan mendengar seruan kita, tetapi ada juga saatnya TUHAN tidak mendengarkan seruan kita minta tolong. Seperti yang dikatakan pengkhotbah, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Pengkhotbah 3:1.


     Paulus pernah mengingatkan, “Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.” 2 Korintus 6:2b. Jadi, ketika kita mendengar Firman Tuhan diberitakan, ketika kita ditegur oleh Firman Tuhan, atau ketika kita tersadar melihat sekeliling kita dan saudar-saudara ditegur Tuhan, itulah saatnya bagi kita untuk sadar dan berserah diri kepada Tuhan.

      Sangat malanglah nasib seseorang jika ia sering mendengar Firman Tuhan, tapi tidak pernah menanggapinya secara pribadi. Ia mungkin mendengarnya di mimbar, atau komunikasi informal dengan teman2 Kristen, penginjil, sarana FB atau internet, bahkan Alkitab, tetapi hatinya selalu tertutup rapat dan melawan. Konsekuensi hukuman baginya kita temukan di Alkitab adalah hukumannya akan jauh lebih berat dari orang-orang yang sedikit mendengar Injil, kabar baik. Matius 12:20-24.

     Kesalahan utama kebanyakan orang untuk tidak mengambil keputusan adalah karena mereka memiliki pemahaman yang keliru tentang masuk surga. Mereka mengira kita harus suci, tak bernoda dengan segala usaha dan kebaikan kita barulah kita layak masuk surga.

Faham seperti ini salah, sekaligus menyesatkan! 

     Untuk masuk surga hanya diperlukan hati yang hancur, mau mengakui dosa-dosa dan dengan rela hati menggantikan posisi Yesus hidup di bumi. Mengapa harus demikian? Karena dengan demikianlah Yesus mau menggantikan posisi kita terhukum, yaitu dengan mati di kayu salib. Yesus tidak pernah berdosa, tetapi Ia menjadi berdosa karena menanggung dosa Anda dan saya. 2 Korintus 5:21. Cara Yesus menghapus dosa bukan cara cicil atau diangsur, melainkan dengan cara substitusi (penggantian). Yesus memberi posisinya yang kudus bagi kita, dan posisi kita yang berdosa diambil-Nya dan dipakukanNya di kayu salib. 

       SYARATNYA adalah kita wajib hidup sama seperti Ia (Kristus) hidup. 1 Yohanes 2:3-6. Jadi, jika kita sudah sungguh-sungguh bertobat (mengaku diri sebagai orang berdosa dan menyesalinya) maka kita sudah PASTI masuk surga (Roma 5:9-11). Selanjutnya kita menjalani kehidupan dengan tertib, untuk menebus waktu-waktu yang sia-sia yang telah kita lewati (Efesus 5:16-17) dan mengumpulkan harta di sorga (Matius 6:19-21).  

     Waktu perkenanan TUHAN itu adalah sekarang! 
   
      Jika Anda masih bisa bernafas, bisa merasakan kasih karuniaNya, bisa berfikir, dan bisa mengambil tindakan, itulah tandanya saat perkenanan Allah masih tersedia bagi Anda dan saya.

     Tetapi, suatu saat, Anda tidak akan memperoleh kesempatan lagi untuk menghadap Yesus Kristus untuk minta pengampunan, suara Anda tidak akan dihiraukan lagi jika saat itu tiba.

Kapan saat Tuhan tidak berkenan dijumpai itu terjadi?

    Saat, ketika TUHAN tidak berkenan dijumpai dan tidak mendengarkan suara minta tolong Anda adalah ketika masa aktif Anda sudah selesai di bumi. 

Ketika KEMATIAN menghampiri Anda, saat itulah nasib malang menimpa. 

   Ketahuilah, jangan berseru MOHON PENGAMPUNAN DARI NERAKA. Jika sudah berada di Neraka, berarti masa pengampunan sudah habis.

     Kisah pertobatan yang terlambat, sehingga Tuhan tidak berkenan dijumpai, dicatat di Lukas 16:19-31. Dalam perikop itu, Yesus menceritakan tentang dua keadaan manusia setelah kematian. Seorang miskin bernama Lazarus meninggal, dan pergi ke pangkuan Abraham di tempat bahagia. Satu lagi, seorang kaya meninggal juga, dan pergi ke tempat siksaan. Di tempat siksaan tersebut si orang kaya memohon belas kasihan Abraham, agar Lazarus dipersilahkan mencelupkan ujung jarinya ke dalam air untuk menyejukkan lidah nya (si orang kaya). Tetapi Abraham menjawab dengan dua alasan: 1) Si orang kaya telah menikmati kekayaannya di bumi, sedangkan Lazarus hanya menderita kesusahan. Jadi, Tuhan memberikan kelegaan kepada Lazarus. Sama sekali bukan karena kemiskinan Lazarus yg membuatnya masuk ke tempat bahagia tersebut, tetapi imannyalah yg membuatnya sampai ke pangkuan Abraham. 2) Abraham memberitahu tentang suatu jurang yang tak terseberangi antara Lazarus dan orang kaya. Hal ini menjelaskan bahwa saat kematian adalah saat final penghakiman.

     Penjelasan Abraham menyadarkan si orang kaya bahwa waktu penerimaan anugerah telah habis baginya. Dengan penuh harap si orang kaya memohon kepada Abraham agar Lazarus boleh memperingatkan saudara-saudaranya yg masih hidup di bumi. Si orang kaya akhirnya sadar bahwa di bumilah saat yang benar dan tepat untuk membuat keyakinan PASTI masuk surga. Saat Tuhan berkenan di jumpai adalah di bumi, sedangkan setelah hari kematian, saat perkenanan Tuhan untuk dijumpai telah selesai.

    Fakta mengejutkan juga dikisahkan di sana, yaitu si orang kaya tidak menghendaki sanak familinya masuk ke tempat yang sedang ia huni. Tempat tersebut sangat mengerikan dan sangat tidak diharapkan menjadi tujuan setiap pembaca artikel ini. Biarlah tempat itu hanya bagi mereka yang mengeraskan hati dan yang fasik, tetapi Anda, berharha di mata Tuhan. Jika orang yang di neraka saja tidak menghendaki saudaranya masuk ke sana, mengapa pula Anda dan saya tertarik ke sana?

Bertobatlah, akui dosamu, percaya dengan sepenuhnya kepada Tuhan, 
dan hiduplah seperti Yesus hidup.

     Kita tidak tahu saat kematian menghampiri kita. Kematian tidak memandang umur, wibawa, fisik, dan hati. Tuhanlah yang empunya kehidupan. Jika Anda masih ragu posisi Anda saat ini apakah sudah yakin PASTI masuk surga atau tidak, buatlah itu menjadi pasti ketika masih di bumi ini. Kiranya Roh Kudus memimpin setiap pembaca yang budiman. Tuhan Yesus memberkati.


By: Ev. Marudut Tua Sianturi, S.T., M.Div

Senin, 11 April 2016

Ebionit Modern Melanda Indonesia

EBIONIT MODERN MELANDA INDONESIA

Ebionites (Greek: Ἐβιωναῖοι Ebionaioi, diambil dari Hebrew אביונים ebyonim, ebionim, yang berarti "the poor" or "poor ones" miskin), adalah terminologi patristik yang menunjuk kepada Gerakan Kristen Yahudi yang hadir pada abad awal Era Kekristenan. Mereka menerima Yesus dari Nazareth sebagai Messiah namun menolak ketuhananNya dan menekankan keperluan mengikuti hukum dan ritual Yudaisme. Mereka hanya memakai satu Injil Yahudi, surat Yakobus dan menolak Rasul Paulus. Nama mereka menunjukkan mereka menerapkan nilai kerelaan mereka untuk hidup miskin. Ebionim adalah nama yang dipakai juga oleh sekte di Qumran yang memisahkan diri dari kelompok di Bait Allah yang mereka tuduh sudah korup. Menerima Yesus Hanya Mesias Terlihat dengan sangat jelas bahwa Ebionit adalah ajaran yang sangat awal di antara orang Kristen Yahudi yang hanya menerima Yesus Kristus sebagai Mesias namun tidak mau menerimaNya sebagai Tuhan. Karena jika mereka menerima Yesus adalah Tuhan, maka mereka harus menerima Dia adalah Jehovah, ini terlalu sulit bagi mereka. Mayoritas orang Yahudi tidak menolak menerima Yesus sekedar nabi. Banyak di antara orang Farisi bahkan imam yang terpukau oleh pengajaran Yesus Kristus. Jika Yesus Kristus hanya menuntut diri diakui sekedar nabi, pasti ia tidak akan dituntut untuk disalibkan. Sebagian mereka tahu persis masa kecil Yesus Kristus dan tahu kedua orang tuaNya, bahkan ada yang tahu bahwa Maria hamil sebelum resmi menikah melainkan hanya bertunangan saja. Sangat sulit bagi mereka untuk menerima seorang tukang kayu yang mukanya tidak ada yang menginginkannya, sebagai Allah Jehovah. 

Diperlukan iman yang sangat besar bagi orang Yahudi yang telah ratusan bahkan ribuan tahun diajar untuk tidak menerima klaim siapapun sebagai Sang Jehovah. Oleh sebab itu sekalipun segala tanda sudah sangat jelas bahwa Yesus adalah Sang Jehovah, bagi sebagian besar mereka masih sangat sulit menerimaNya. Akhirnya, sebagai kompromi hati nurani maka mereka memilih jalan tengah saja, yaitu mengakuinya sebagai Mesias tetapi tidak sebagai Tuhan Allah Jehovah. Mempertahankan Hukum Taurat Orang Yahudi juga telah menerima Taurat dan membacanya turun temurun. Ada perintah yang dikatakan untuk dilakukan “selama-lamanya.” Sebenarnya maksud Tuhan ialah tidak ada batasan waktunya, dan tentu masih sangat lama, yaitu sampai yang hakekatnya tiba. Misalnya perintah tentang hari Sabat tidak boleh bekerja, dan perintah ini harus dilaksanakan selamalamanya. “pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya.” (2 Tawarikh 2:4 ITB) Orang Yahudi tidak berhasil menangkap tujuan dari perintah hari Sabat, dan tidak mengerti bahwa yang memberi perintah adalah yang berwenang membatalkan perintah itu. Kalau saya memberi perintah kepada karyawan saya untuk membuka toko sampai jam 22.00 malam, tetapi kemudian saya datang ke toko jam 20.00 dan saya lihat suasana sudah sepi, tentu saya boleh berkata kepada karyawan saya, sekarang tutup toko. saya membangkang dan berkata bahwa saya tadinya sudah berkata toko dibuka sampai jam 22.00, dan mereka membangkang serta tidak mau tutup. Mengapakah Tuhan datang dan Dia tidak boleh merubah peraturan hari Sabat? Rasul Paulus menjelaskan bahwa, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.” (Heb 10:1 ITB). Dan Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa Hukum Taurat dan kitab para Nabi sesungguhnya bercerita tentang Dia (Luk.24:44). Rasul Paulus sudah mencoba untuk memahami makna kitab-kitab Perjanjian Lama tanpa menghubungkannya kepada Yesus Kristus, dan dia gagal. Oleh sebab itu kemudian setelah dia sadar dia berkata tentang orang-orang Yahudi, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” (II Kor. 3:14 ITB) Orang-orang Yahudi tidak mengerti Injil bahwa semua upacara simbolik ritualistik mereka adalah bayangan dari Injil. Dan mereka tidak rela mengakui Yesus Kristus adalah Jehovah serta meninggalkan Hukum Taurat yang hanya bayangan saja. Itulah sebabnya kini Injil dipercayakan kepada kolompok orang yang percaya dan menerima Injil, yaitu jemaat Lokal Perjanjian Baru. Jemaat PB ini Tuhan harapkan memberitakan Injil yang benar kepada semua manusia, tentu termasuk juga kepada orang Yahudi perorangan. Tetapi harus sangat waspada, jangan sampai pengajaran Yudaisme yang hanya bayangan itu, disusup masuk ke dalam kekristenan. 

Ebionit Menghantam Galatia & Kolose Dari keterangan surat Rasul terlihat jemaat Galatia dan Kolose adalah yang paling gencar mendapat serangan kelompok Ebionit. Bahwa sebagian mereka menekankan pentingnya kembali melakukan sunat sesuai dengan Taurat. Teguran dari Rasul Paulus sungguh amat keras. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Gal 5:2-4 ITB) Bukan hanya jemaat Galatia yang tersusupi, kelihatannya Kolose juga sudah terkena karena Galatia dan Kolose memang berdekatan. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.(Kol 2:16-17 ITB) Dari surat Paulus kepada jemaat Galatia dan Kolose, terlihat kekesalannya sampai ada kata, “aku Paulus berkata kepadamu.” Maksud Paulus saya adalah orang Yahudi asli dan saya pernah membela Yudaisme sampai membunuh orang, Di ayat 11 dari Galatia 5 dia berkata, Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. (Gal 5:11 ITB) Ada pernyataan yang sangat keras, yaitu; “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. . . .  (Selanjutnya silahkan baca di link di bawah ini, atau bagi anda yang berdomisili di Jayapura sekitarnya, hubungi kami di nomor Hp: 081311222767; 08114811981 untuk mendapatkan bacaan-bacaan menarik lainnya secara gratis!!!)
http://graphe-ministry.org

Selasa, 22 Maret 2016

Apakah Baptis Independen Itu?

Updated and enlarged May 12, 2011
(first published April 29, 2008 )
(David Cloud, Fundamental Baptist Information Service,
P.O. Box 610368 , Port Huron, MI 48061 , 866-295-4143 ,
fbns@ wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –
Editor:KawananKecil;Phone:0811-481-1981(Jayapura-Indonesia)

Minggu, 20 Maret 2016

Yesus adalah nama dari Roh Kudus dan ketiga pribadi Tritunggal

image
      Tritunggal merupakan misteri ilahi yang sangat dalam untuk bisa dimengerti oleh umat manusia. Kebesaran dan keagungan Allah pencipta sungguh tidak akan sanggup dimengerti oleh manusia ciptaannya secara sempurna. Namun, Allah telah memberikan sebuah buku petunjuk yang sangat tak ternilai harganya yang sanggup memberitahukan kepada manusia apa yang bisa dipahami tentang Dia.
       Alkitab adalah buku sumber yang paling tepat bagi umat manusia untuk mengenal Allah dan segala misterinya. Satu hal tentang tritunggal juga telah menambah kekayaan perbendaharaan rohani saya ketika saya menemukan ayat-ayat eksplisit yang menyebutkan nama Anak, Bapa, dan Roh Kudus adalah Yesus.
        Hal ini telah membuat saya semakin mengerti mengapa di dalam amanat agung (Mat. 28:19) disebutkan supaya membaptis orang percaya dalam satu nama. “…dan baptislah mereka dalam nama (to onoma = satu nama) Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sama, yaitu Yesus.

Berikut ini ayat-ayat eksplisit yang meneguhkan kesimpulan tersebut.

1. YESUS adalah nama Allah Bapa

      Di dalam Yohanes 17:6,12, Yesus menegaskan dalam doa-Nya bahwa Ia telah menyatakan nama Allah Bapa kepada manusia. Sepertinya bukan nama YHVH yang Yesus sebutkan, mengingat nama itu adalah nama kudus dan tidak boleh diucapkan secara sembarangan/sia-sia (Kel. 20:7). Yesus merupakan bentuk Latin terjemahan Yunani atas kata Yesus atau Yehosua dalam bahasa Ibrani, yang berarti Keselamatan itu adalah Yehovah. Jadi, Yesus adalah bentuk lain dari YHVH.
      Sesungguhnya Yesus adalah sehakikat dengan Allah Bapa, namun beda pribadi. Olehkarena itulah Yesus juga dinamai sebagai Imanuel (Mat. 1:23). Imanuel adalah kata bahasa Ibrani yang artinya Allah bersama kita. Jadi, jelaslah bahwa nama yang dinyatakan sang Anak kepada dunia adalah Yesus! Nama ini sebelumnya telah dipesankan oleh malaikat Gabriel juga kepada Maria sewaktu ia akan mengandung bayi Yesus (Luk. 1:31).

2. YESUS adalah nama Allah Anak

     Hal yang tidak perlu mendapat bantahan lagi adalah bahwa nama Anak adalah Yesus. Nama ini dimiliki bersama oleh Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Nama tersebut diberitahukan malaikat Gabriel kepada Maria sebelum bayi Yesus dilahirkan (Luk. 1:31). Nama inilah yang mampu menyelamatkan manusia dari dosa (Kis. 4:12), yang membuat orang lumpuh berjalan (Kis. 3:6), yang mengusir setan/Iblis (Kis. 16:18), dsb. Sedemikian agunglah nama tritunggal tersebut, sang pencipta langit dan bumi.

3. YESUS adalah nama Allah Roh Kudus

     Tritunggal yang Alkitabiah adalah tritunggal yang berarti hanya ada satu saja Allah, tetapi memiliki tiga pribadi, atau dalam istilah teologi sering disebut dengan konsep tritunggal personal. Tritunggal personal maksudnya adalah bahwa pribadi Allah ada tiga, tetapi tetap satu hakekat, yaitu hakekat ke-Allahan. Karena tritunggal yang Alkitabiah adalah yang personal, maka sudah barang tentu personalnya tersebut memiliki nama. Nama Bapa telah kita buktikan dari kitab PB adalah Yesus, dan nama Anak adalah Yesus, tetapi di manakah rujukan ayat yang menyebutkan nama pribadi ketiga tritunggal adalah Yesus?

      Barangkali nama Roh Kuduslah yang paling jarang diketahui oleh kebanyakan orang Kristen, bahkan sangat mungkin ada orang yang berfikir bahwa Roh Kudus itulah nama-Nya! Tetapi, nama sesungguhnya bukanlah Roh Kudus, melainkan Yesus. Di dalam Yohanes 14:26 dikatakan “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Jelaslah bahwa Roh Kudus datang dalam nama Yesus!

Semoga kebenaran ini semakin menguatkan iman Anda di dalam Tuhan Yesus Kristus. Maranatha!

Menurut Alkitab: Yesus disalib hari RABU, bukan Jumat!

Crucifixion-3-Crosses
Nats Alkitab di dalam 1 Tesalonika 5:21 berkata “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” Oleh karena itu, saya juga mengajak para pembaca tulisan ini untuk mencoba mempertimbangkannya dengan fenomena Jumat Agung yang segera akan di rayakan oleh hampir semua orang Kristen di dunia. Saya hanya berharap, Anda tidak langsung berprasangka buruk terhadap saya, tetapi bacalah tulisan ini hingga selesai dan berikanlah penilaian yang objektif bagi saya menurut terang Firman Tuhan.
Berikut ini saya merincikan 5 langkah kunci untuk memahami kesimpulan saya tersebut, yaitu Yesus disalib hari Rabu, bukan Jumat. Siapkah Anda bertemu dengan kebenaran? Jika Ya, Anda saya persilahkan membaca artikel ini dengan kepala dingin.

1. Kunci 1 = Memahami Perbedaan perhitungan hari Yahudi dengan non-Yahudi

    Bangsa Yahudi dengan non-Yahudi memiliki perbedaan cara untuk menghitung hari. Orang Yahudi menghitung hari mulai pukul 18.00 (06.00 sore). Berbeda dengan bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya menghitung suatu hari dimulai pukul 00.00 (12.00 malam). Pemahaman akan konteks ini adalah perlu untuk menyelaraskan ayat-ayat di dalam Alkitab.

2. Kunci 2 = Menemukan ayat teknis

   Cara untuk mengetahui berapa lamakah Yesus berada di dalam perut bumi dengan tepat adalah dengan terlebih dahulu menemukan ayat teknisnya. Hal ini dikarenakan, di dalam Alkitab ada disebutkan Yesus bangkit pada hari ketiga (Mat.16:21; 17:23; 20:19; Luk. 9:22; 18:33; 24:7; 24:46; Kis. 10:40; 1Kor.15:4), di ayat lain dikatakan Yesus dibangkitkan setelah hari ketiga (Mat.27:63; Mrk. 8:31; 9:31; 10:34; Luk. 24:21), dan hanya satu kali di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus Kristus akan berada di dalam rahim bumi selama 3 hari 3 malam (Mat. 12:40). Jadi, untuk menyelaraskan semua ayat-ayat Alkitab tersebut (karena memang ayat-ayat Alkitab tidak ada yang bertentangan) haruslah dianalisis manakah ayat teknisnya.
Dari sekian banyak ayat yang terkutip di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa ayat teknis tersebut adalah Matius 12:40.
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”
     Mengapa ayat ini disebut sebagai ayat teknis? yaitu karena  ayat ini secara lengkap menyingkapkan substansinya, “tiga hari tiga malam.” Ayat-ayat lainnya hanya menyebutkan sebagian dari hari tersebut atau hanya “tiga hari” saja, tanpa menyebut malamnya. Jadi, untuk menafsirkan ayat ini dengan sejujur-jujurnya kita harus melihat nuansa kualitatif ayatnya dan bukan kuantitatif ayat tersebut.
     Kasus seperti ini bukanlah satu-satunya di dalam Alkitab. Sebagai contoh adalah tentang komposisi nama yang menjadi otoritas baptisan. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyebutkan dibaptis dalam nama Yesus saja (Kis. 2:38, 8:16, 10:48, 19:5), namun cukup satu ayat saja di dalam Matius 28:19 yang mengatakan membaptis di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, maka kita tahu bahwa empat ayat di dalam Kisah Para Rasul tersebut adalah kasus synecdoche (gaya bahasa yang menyebut sebagian untuk mewakili keseluruhan). Demikian jugalah tentang hari penyaliban Yesus Kristus! Ada banyak ayat synecdoche, tetapi kita tahu bahwa ungkapan yang penuhnya adalah 3 hari 3 malam (Mat. 12:40).

3. Kunci 3 = Kapan Yesus mulai dikubur dan kapan Yesus bangkit

     Jika kita ikuti narasi Alkitab, maka kita temukan bahwa Yesus meninggal kira-kira jam 3 sore (Mat. 27:46). Kemudian, seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea secara sembunyi-sembunyi datang kepada Pilatus untuk menurunkan mayat Yesus untuk menguburkan-Nya. Bersama dengan Yusuf, datang pula Nikodemus membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu, kira-kira 50 kati beratnya. Mereka mengapani Yesus dan membubuhiNya dengan rempah-rempah, sebagaimana adat yang berlaku bagi bangsa Yahudi sebelum menguburkan mayat. (Yoh. 19:38-42). Jadi, dengan adanya proses penurunan dari salib, pengapanan, dan memasukkan ke dalam kubur, tidaklah aneh jika kita simpulkan bahwa Yesus disalib kira-kira jam 6 sore. Sebagaimana telah disinggung di bagian awal tulisan ini, pergantian hari bangsa Yahudi adalah mulai pukul 6 sore. Jadi, Yesus mulai berada di dalam kubur adalah hari Kamis malam.
      Tentang kapan Yesus bangkit, di dalam Alkitab disebutkan pada hari pertama Minggu (Mat.28:1). Di dalam ayat tersebut tidak disebutkan jam berapa Yesus bangkit, tetapi apabila kita ingin konsisten dengan Alkitab, maka tidak salah untuk menyimpulkan Yesus bangkit kira-kira pukul 18.00 (jam 6 sore). Yesus memang tidak bangkit tepat pada pagi hari, sebab tidak ada dukungan ayat yeng secara telak menyebutkannya demikian. Kesimpulan yang mengatakan bahwa Yesus bangkit pada pagi hari mungkin di dasarkan pada Markus 16:1, karena di ayat tersebut di katakan “pagi-pagi.” Tetapi, jika kita lihat ke bahasa aslinya, ayat ini sebenarnya terjemahannya adalah “awal hari pertama,” (bdk. Alkitab King James Version KJV, “early the first day”). Maria Magdalena dan Maria yang lain yang datang ke kubur tersebut tidak sedang menyaksikan kebangkitan Yesus, malah mereka telah mendapati batu terguling, kubur kosong, dan penjaga-penjaga tidak ada lagi di sana (ay. 2-10). Jadi, sangat mungkin bahwa Yesus telah bangkit pada waktu malam hari (kira-kira jam 6 sore), tetapi baru diketahui oleh para wanita tersebut di pagi hari Minggu itu.

Kunci 4 = Melakukan percobaan trial and error

Percobaan 1, Apabila Yesus disalib hari Jumat pukul 18.00 dan bangkit hari Minggu pukul 18.00, makaYesus berada di dalam perut bumi selama kira-kira 1 hari 1 ½ malam. Hal ini bertentangan dengan Matius 12:40, yang mengharuskan Yesus berada di rahim bumi 3 hari 3 malam.

jumat
Percobaan 2, Apabila Yesus disalib hari Rabu pukul 18.00 dan bangkit hari Minggu pukul 18.00, maka Yesus berada di dalam perut bumi selama 3 hari 3 malam. Hal ini sangat sesuai dengan Matius 12:40, yang menyebutkan Yesus harus berada di dalam rahim bumi 3 hari 3 malam.
rabu

Kunci 5 = Membandingkan fakta-fakta Alkitab lainnya

1. Imam-imam dan orang Farisi menemui Pilatus setelah hari persiapan

     Hari apakah yang halal bagi orang Farisi dan imam-imam berkunjung kepada Pilatus? Hari tersebut tidak mungkin Sabtu (Sabat), apalagi Minggu. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah ada dua Sabat ketika penyaliban dan kematian Yesus. Sabat pertama adalah Sabat Besar yang dirayakan setahun sekali, yang pada saat itu jatuh pada hari Kamis (Yoh. 19:31), sabat yang kedua adalah Sabat Rutin (Sabtu). Peristiwa penyaliban Yesus terjadi pada hari persiapan sebelum sabat mulai (Luk. 23:53-55). Di dalam Matius 27:62 disebutkan bahwa sesudah hari persiapan imam-imam dan orang Farisi menghadap Pilatus. Penalaran logisnya adalah harus ada satu hari yang halal bagi para imam-imam dan orang Farisi untuk bertemu dengan Filatus, yaitu sebelum Yesus bangkit. Hari apakah itu? yaitu hari Jumat.
Apabila Yesus di salib hari Jumat, dan sesudah hari persiapan imam-imam dan orang Farisi datang menghadap Firaun, masih adakah hari yang halal bagi mereka untuk melakukan kunjungan (bersidang)? Mungkinkah hari Sabtu (Sabat)? atau bahkan Mingggu? Jelas kejadian demikian tidak akan terjadi. Oleh karena itu, fakta ini semakin menguatkan kesimpulan Alkitab bahwa Yesus disalib pada hari RABU.

2. Wanita-wanita membeli rempah-rempah

    Hari apakah yang mungkin bagi wanita-wanita tersebut membeli remppah-rempah dan mengolahnya? Sekali lagi, fakta kedua ini hanya benar jika Yesus disalib hari RABU.
di dalam Markus 16:1 kita diberitahu bahwa wanita-wanita tersebut membeli rempah-rempah setelah hari sabat.
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
sementara di dalam Lukas 23:56 kita diberitahu bahwa mereka menyediakan rempah-rempah sebelum hari sabat.
Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
    Jadi, manakah yang benar dari kedua pernyataan ini? Yang benar adalah kedua ayat tersebut benar.
     Satu hal yang bisa menyelaraskan ayat-ayat ini adalah bahwa harus ada 2 hari Sabat saat itu. Dan hari yang dipakai oleh wanita-wanita untuk membeli rempah-rempah adalah hari Jumat. Ayat ini sangat tidak mungkin bisa selaras jika Yesus disalibkan hari Jumat.

Kunci 6 = Tunduk pada Alkitab

     Kesimpulannya adalah Yesus disalib hari RABU, bukan JUMAT. Jika Anda membantahnya, maka ingatlah Anda tidak boleh benci kepada saya karena menuliskan artikel ini buat Anda. Bersyukurlah, bahwa kebenaran telah disingkapkan kepada Anda. Saya sudah memberitahukan Anda, selebihnya adalah urusan Anda dengan Tuhan Yesus Kristus.
     Terus terang, posisi ini tidak cukup populer di kalangan umat Kristen, tetapi walaupun demikian, hal itu tidak akan mempengaruhi kebenaran yang mengiringinya.

Reungkanlah!!!

       Memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah saat-saat paling penting bagi semua orang Kristen yang sudah lahir baru. Bahkan lebih penting jika dibandingkan dengan perayaan natal Kristus. Yesus sendiri telah memberi perintah ini kepada murid-muridNya ketika mereka sedang mengadakan perjamuan malam. (1 Kor. 11:23-25). Dengan demikian perintah ini harus dilakukan dengan setepat-tepatnya. Orang percaya tidak boleh memandang rendah Perjamuan Tuhan, juga tidak boleh menganggapnya hanya sebatas rutinitas gereja belaka! Peringatan kematian dan kebangkitan Yesus harus sungguh-sungguh kita hayati, bahwa kitalah seharusnya yang akan mati terhukum di kayu salib, sebab kitalah orang berdosa yang akan binasa itu. Tetapi, Yesus Kristus telah rela menggantikan kita mati di kayu salib demi menyelamatkan kita. Jadi, siapapun yang memandang acara peringatan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai hal yang biasa-biasa saja, maka dia akan celaka!
      Tindakan untuk beralih dari satu pemahaman dan menganut pemahaman yang lain, yang jauh lebih benar tentu adalah tindakan yang benar. Oleh karena itu, saya juga ingin membagikan kebenaran yang telah saya dapatkan ini kepada setiap orang-orang yang rindu mencari kebenaran, yaitu tentang kebenaran Alkitab yang mengungkapkan bahwa Yesus disalib hari Rabu, bukan Jumat. Saya tentu sangat berharap Anda adalah salah satu dari pencari kebenaran tersebut.

Saya sarankan Anda membaca buku-buku ini sebagai perbandingan bagi Anda.
Kontra Yesus disalib hari Jumat
  1. Suhento Liauw = Kristus disalib hari Rabu bukan Jumat, penerbit Graphe
  2. Gleason L. Archer = Yesus disalib Kamis atau bahkan Rabu. (Encyclopedia of Bible Difficulties; Hal-hal yang sulit dalam Alkitab, Gandum Mas; hlm.556-558)
Pro Yesus disalib hari Jumat
  1. Charler Ryrie = Yesus disalib hari Jumat, Theologi Dasar 2, Andi. p.25
  2. John Calvin, = Jumat Commentary on a Harmony of The Evangelists, Matthew, Mark, and Luke; Baker Book House, Grand Rapids, Michigan. second volume hlm.95
  3. Matthew Henry = Kristus dikubur pada hari keenam = Jumat pada minggu itu (Tafsiran Matthew Henry Injil Matius 1 – 14; Penerbit Momentum, hlm.600)
     Tidak ada gunanya bagi saya memberikan sebagian informasi dan menutupi yang lainnya, silahkan Anda pertimbangkan sendiri. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Rabu, 16 Maret 2016

Jangan keluar dari kehendak Tuhan

"Jangan Keluar dari Kehendak Tuhan"
(Rut 1:1-6)
1. Elimelek melakukan hal yang salah yaitu ia Keluar dari Betlehem-Yehuda (ay.1-2).
   - Bethlehem artinya “Kota Roti”.
   - Elimelekh artinya: “Allah adalah Raja”
   - Yehuda artinya “Bersyukur”
            Kebenarannya adalah, ketika kita sudah diselamatkan, kita telah menikmati roti sorgawi dan air kehidupan yang kekal, maka adalah sebuah kebodohan yang fatal apabila oleh karena masalah kedagingan dan hal duniawi, kita pergi ke luar dari rumah kebenaran atau jemaat lokal dimana kita menerima keselamatan yang sejati.
            Ternyata nama Elimelekh yang artinya “Allah adalah Raja” tidak lantas membuat Elimelekh bersandar pada Allah sebagai Rajanya, Bethlehem pun tidak dianggap karena fokus pada perutnya yang kosong, dan Yehuda tidak akan pernah disyukuri selama yang dilihat dan dikejar adalah urusan perut yang hanya sejengkal ini!
            Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah diselamatkan? Sudahkah kita memiliki kepastian masuk sorga? Kalau belum, pastikan dulu anda diselamatkan dan dosa anda sudah dibereskan. Dan jika sudah diselamatkan, ingat-ingat terus saudara, jangan keluar dari kehendak Tuhan. Tuhan mau anda ada di gereja yang benar, sesulit apapun hidup anda. Karena sesungguhnya hidup itu terus berputar, ada masa dimana roti melimpah, ada masa roti kurang. Saya tidak ingin mengatakan roti habis, sebab sesungguhnya, asal kita patuhi Firman Tuhan “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan” (2 Tes.3:10), dipadukan dengan 1 Tim. 6:8 “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah!”. Maka pasti akan selalu ada roti, bedanya, kadang rotinya melimpah, kadang hanya secukupnya saja.

2. Tempat yang paling baik dan paling aman adalah" Kehendak Tuhan" tidak ada yang susah.
            Tuhan mau kita melakukan Kehendak-Nya, Tuhan tahu hati kita, Tuhan tahu motivasi kita dan Tuhan juga akan menyediakan apa yang kita perlukan. Spiritnya harus jelas, semangatnya harus jelas: bahwa “Dalam Kehendak Tuhan, tidak ada yang susah”. Jadi selama itu yang Tuhan kehendaki, jalani, lakukan, dan tunggu keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam hidupmu. Ingat itu! Elimelekh tidak mengingatnya, karena fokus hidupnya adalah roti duniawi, roti yang fana. Paulus menasehati orang percaya agar jangan bodoh, usahakan mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17).

3. Kembali kepada Tuhan adalah Pilihan yang BENAR.
            Tuhan membuat yang baik seperti "Rut" yang mempunyai Hati yang murni kepada Tuhan. Rut bukanlah orang Israel, apalagi berasal dari Betlehem-Yehuda, dia adalah perempuan Moab, orang asing yang menemukan roti yang hidup, keselamatan yang besar! Dan ketika kondisi meminta dia untuk kembali ke kampungnya, bangsanya, Moab, yang artinya “Pemberontak-Pemberontak”, dia memutuskan meninggalkan bangsanya yang pemberontak, dan pergi ke kota roti, dimana terdapat keselamatan! (ay. 14-16), Rut memutuskan dia menjadi bangsa Israel dan Allah Israel menjadi Allahnya.

            Pernahkah saudara diperhadapkan dengan situasi memilih TETAP DALAM KEHENDAK TUHAN, atau keluar demi roti duniawi? Dalam berbagai kasus dan model, kita akan menghadapinya dalam hidup kita, pesan Firman Tuhan hari ini, janganlah keluar dari kehendak Tuhan. Sesulit apapun, bertahanlah! Dan jika anda sudah terlanjur keluar, kembalilah hari ini juga, selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Rut adalah contoh, dari bangsa pemberontak Moab, pada akhirnya, namanya tercatat sebagai jalur kelahiran Mesias, Yesus Kristus! (Matius 1:5) Amin. *** (kawanan kecil)