Selasa, 22 Maret 2016

Apakah Baptis Independen Itu?

Updated and enlarged May 12, 2011
(first published April 29, 2008 )
(David Cloud, Fundamental Baptist Information Service,
P.O. Box 610368 , Port Huron, MI 48061 , 866-295-4143 ,
fbns@ wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –
Editor:KawananKecil;Phone:0811-481-1981(Jayapura-Indonesia)

Minggu, 20 Maret 2016

Yesus adalah nama dari Roh Kudus dan ketiga pribadi Tritunggal

image
      Tritunggal merupakan misteri ilahi yang sangat dalam untuk bisa dimengerti oleh umat manusia. Kebesaran dan keagungan Allah pencipta sungguh tidak akan sanggup dimengerti oleh manusia ciptaannya secara sempurna. Namun, Allah telah memberikan sebuah buku petunjuk yang sangat tak ternilai harganya yang sanggup memberitahukan kepada manusia apa yang bisa dipahami tentang Dia.
       Alkitab adalah buku sumber yang paling tepat bagi umat manusia untuk mengenal Allah dan segala misterinya. Satu hal tentang tritunggal juga telah menambah kekayaan perbendaharaan rohani saya ketika saya menemukan ayat-ayat eksplisit yang menyebutkan nama Anak, Bapa, dan Roh Kudus adalah Yesus.
        Hal ini telah membuat saya semakin mengerti mengapa di dalam amanat agung (Mat. 28:19) disebutkan supaya membaptis orang percaya dalam satu nama. “…dan baptislah mereka dalam nama (to onoma = satu nama) Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sama, yaitu Yesus.

Berikut ini ayat-ayat eksplisit yang meneguhkan kesimpulan tersebut.

1. YESUS adalah nama Allah Bapa

      Di dalam Yohanes 17:6,12, Yesus menegaskan dalam doa-Nya bahwa Ia telah menyatakan nama Allah Bapa kepada manusia. Sepertinya bukan nama YHVH yang Yesus sebutkan, mengingat nama itu adalah nama kudus dan tidak boleh diucapkan secara sembarangan/sia-sia (Kel. 20:7). Yesus merupakan bentuk Latin terjemahan Yunani atas kata Yesus atau Yehosua dalam bahasa Ibrani, yang berarti Keselamatan itu adalah Yehovah. Jadi, Yesus adalah bentuk lain dari YHVH.
      Sesungguhnya Yesus adalah sehakikat dengan Allah Bapa, namun beda pribadi. Olehkarena itulah Yesus juga dinamai sebagai Imanuel (Mat. 1:23). Imanuel adalah kata bahasa Ibrani yang artinya Allah bersama kita. Jadi, jelaslah bahwa nama yang dinyatakan sang Anak kepada dunia adalah Yesus! Nama ini sebelumnya telah dipesankan oleh malaikat Gabriel juga kepada Maria sewaktu ia akan mengandung bayi Yesus (Luk. 1:31).

2. YESUS adalah nama Allah Anak

     Hal yang tidak perlu mendapat bantahan lagi adalah bahwa nama Anak adalah Yesus. Nama ini dimiliki bersama oleh Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Nama tersebut diberitahukan malaikat Gabriel kepada Maria sebelum bayi Yesus dilahirkan (Luk. 1:31). Nama inilah yang mampu menyelamatkan manusia dari dosa (Kis. 4:12), yang membuat orang lumpuh berjalan (Kis. 3:6), yang mengusir setan/Iblis (Kis. 16:18), dsb. Sedemikian agunglah nama tritunggal tersebut, sang pencipta langit dan bumi.

3. YESUS adalah nama Allah Roh Kudus

     Tritunggal yang Alkitabiah adalah tritunggal yang berarti hanya ada satu saja Allah, tetapi memiliki tiga pribadi, atau dalam istilah teologi sering disebut dengan konsep tritunggal personal. Tritunggal personal maksudnya adalah bahwa pribadi Allah ada tiga, tetapi tetap satu hakekat, yaitu hakekat ke-Allahan. Karena tritunggal yang Alkitabiah adalah yang personal, maka sudah barang tentu personalnya tersebut memiliki nama. Nama Bapa telah kita buktikan dari kitab PB adalah Yesus, dan nama Anak adalah Yesus, tetapi di manakah rujukan ayat yang menyebutkan nama pribadi ketiga tritunggal adalah Yesus?

      Barangkali nama Roh Kuduslah yang paling jarang diketahui oleh kebanyakan orang Kristen, bahkan sangat mungkin ada orang yang berfikir bahwa Roh Kudus itulah nama-Nya! Tetapi, nama sesungguhnya bukanlah Roh Kudus, melainkan Yesus. Di dalam Yohanes 14:26 dikatakan “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Jelaslah bahwa Roh Kudus datang dalam nama Yesus!

Semoga kebenaran ini semakin menguatkan iman Anda di dalam Tuhan Yesus Kristus. Maranatha!

Menurut Alkitab: Yesus disalib hari RABU, bukan Jumat!

Crucifixion-3-Crosses
Nats Alkitab di dalam 1 Tesalonika 5:21 berkata “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” Oleh karena itu, saya juga mengajak para pembaca tulisan ini untuk mencoba mempertimbangkannya dengan fenomena Jumat Agung yang segera akan di rayakan oleh hampir semua orang Kristen di dunia. Saya hanya berharap, Anda tidak langsung berprasangka buruk terhadap saya, tetapi bacalah tulisan ini hingga selesai dan berikanlah penilaian yang objektif bagi saya menurut terang Firman Tuhan.
Berikut ini saya merincikan 5 langkah kunci untuk memahami kesimpulan saya tersebut, yaitu Yesus disalib hari Rabu, bukan Jumat. Siapkah Anda bertemu dengan kebenaran? Jika Ya, Anda saya persilahkan membaca artikel ini dengan kepala dingin.

1. Kunci 1 = Memahami Perbedaan perhitungan hari Yahudi dengan non-Yahudi

    Bangsa Yahudi dengan non-Yahudi memiliki perbedaan cara untuk menghitung hari. Orang Yahudi menghitung hari mulai pukul 18.00 (06.00 sore). Berbeda dengan bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya menghitung suatu hari dimulai pukul 00.00 (12.00 malam). Pemahaman akan konteks ini adalah perlu untuk menyelaraskan ayat-ayat di dalam Alkitab.

2. Kunci 2 = Menemukan ayat teknis

   Cara untuk mengetahui berapa lamakah Yesus berada di dalam perut bumi dengan tepat adalah dengan terlebih dahulu menemukan ayat teknisnya. Hal ini dikarenakan, di dalam Alkitab ada disebutkan Yesus bangkit pada hari ketiga (Mat.16:21; 17:23; 20:19; Luk. 9:22; 18:33; 24:7; 24:46; Kis. 10:40; 1Kor.15:4), di ayat lain dikatakan Yesus dibangkitkan setelah hari ketiga (Mat.27:63; Mrk. 8:31; 9:31; 10:34; Luk. 24:21), dan hanya satu kali di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus Kristus akan berada di dalam rahim bumi selama 3 hari 3 malam (Mat. 12:40). Jadi, untuk menyelaraskan semua ayat-ayat Alkitab tersebut (karena memang ayat-ayat Alkitab tidak ada yang bertentangan) haruslah dianalisis manakah ayat teknisnya.
Dari sekian banyak ayat yang terkutip di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa ayat teknis tersebut adalah Matius 12:40.
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”
     Mengapa ayat ini disebut sebagai ayat teknis? yaitu karena  ayat ini secara lengkap menyingkapkan substansinya, “tiga hari tiga malam.” Ayat-ayat lainnya hanya menyebutkan sebagian dari hari tersebut atau hanya “tiga hari” saja, tanpa menyebut malamnya. Jadi, untuk menafsirkan ayat ini dengan sejujur-jujurnya kita harus melihat nuansa kualitatif ayatnya dan bukan kuantitatif ayat tersebut.
     Kasus seperti ini bukanlah satu-satunya di dalam Alkitab. Sebagai contoh adalah tentang komposisi nama yang menjadi otoritas baptisan. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyebutkan dibaptis dalam nama Yesus saja (Kis. 2:38, 8:16, 10:48, 19:5), namun cukup satu ayat saja di dalam Matius 28:19 yang mengatakan membaptis di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, maka kita tahu bahwa empat ayat di dalam Kisah Para Rasul tersebut adalah kasus synecdoche (gaya bahasa yang menyebut sebagian untuk mewakili keseluruhan). Demikian jugalah tentang hari penyaliban Yesus Kristus! Ada banyak ayat synecdoche, tetapi kita tahu bahwa ungkapan yang penuhnya adalah 3 hari 3 malam (Mat. 12:40).

3. Kunci 3 = Kapan Yesus mulai dikubur dan kapan Yesus bangkit

     Jika kita ikuti narasi Alkitab, maka kita temukan bahwa Yesus meninggal kira-kira jam 3 sore (Mat. 27:46). Kemudian, seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea secara sembunyi-sembunyi datang kepada Pilatus untuk menurunkan mayat Yesus untuk menguburkan-Nya. Bersama dengan Yusuf, datang pula Nikodemus membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu, kira-kira 50 kati beratnya. Mereka mengapani Yesus dan membubuhiNya dengan rempah-rempah, sebagaimana adat yang berlaku bagi bangsa Yahudi sebelum menguburkan mayat. (Yoh. 19:38-42). Jadi, dengan adanya proses penurunan dari salib, pengapanan, dan memasukkan ke dalam kubur, tidaklah aneh jika kita simpulkan bahwa Yesus disalib kira-kira jam 6 sore. Sebagaimana telah disinggung di bagian awal tulisan ini, pergantian hari bangsa Yahudi adalah mulai pukul 6 sore. Jadi, Yesus mulai berada di dalam kubur adalah hari Kamis malam.
      Tentang kapan Yesus bangkit, di dalam Alkitab disebutkan pada hari pertama Minggu (Mat.28:1). Di dalam ayat tersebut tidak disebutkan jam berapa Yesus bangkit, tetapi apabila kita ingin konsisten dengan Alkitab, maka tidak salah untuk menyimpulkan Yesus bangkit kira-kira pukul 18.00 (jam 6 sore). Yesus memang tidak bangkit tepat pada pagi hari, sebab tidak ada dukungan ayat yeng secara telak menyebutkannya demikian. Kesimpulan yang mengatakan bahwa Yesus bangkit pada pagi hari mungkin di dasarkan pada Markus 16:1, karena di ayat tersebut di katakan “pagi-pagi.” Tetapi, jika kita lihat ke bahasa aslinya, ayat ini sebenarnya terjemahannya adalah “awal hari pertama,” (bdk. Alkitab King James Version KJV, “early the first day”). Maria Magdalena dan Maria yang lain yang datang ke kubur tersebut tidak sedang menyaksikan kebangkitan Yesus, malah mereka telah mendapati batu terguling, kubur kosong, dan penjaga-penjaga tidak ada lagi di sana (ay. 2-10). Jadi, sangat mungkin bahwa Yesus telah bangkit pada waktu malam hari (kira-kira jam 6 sore), tetapi baru diketahui oleh para wanita tersebut di pagi hari Minggu itu.

Kunci 4 = Melakukan percobaan trial and error

Percobaan 1, Apabila Yesus disalib hari Jumat pukul 18.00 dan bangkit hari Minggu pukul 18.00, makaYesus berada di dalam perut bumi selama kira-kira 1 hari 1 ½ malam. Hal ini bertentangan dengan Matius 12:40, yang mengharuskan Yesus berada di rahim bumi 3 hari 3 malam.

jumat
Percobaan 2, Apabila Yesus disalib hari Rabu pukul 18.00 dan bangkit hari Minggu pukul 18.00, maka Yesus berada di dalam perut bumi selama 3 hari 3 malam. Hal ini sangat sesuai dengan Matius 12:40, yang menyebutkan Yesus harus berada di dalam rahim bumi 3 hari 3 malam.
rabu

Kunci 5 = Membandingkan fakta-fakta Alkitab lainnya

1. Imam-imam dan orang Farisi menemui Pilatus setelah hari persiapan

     Hari apakah yang halal bagi orang Farisi dan imam-imam berkunjung kepada Pilatus? Hari tersebut tidak mungkin Sabtu (Sabat), apalagi Minggu. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah ada dua Sabat ketika penyaliban dan kematian Yesus. Sabat pertama adalah Sabat Besar yang dirayakan setahun sekali, yang pada saat itu jatuh pada hari Kamis (Yoh. 19:31), sabat yang kedua adalah Sabat Rutin (Sabtu). Peristiwa penyaliban Yesus terjadi pada hari persiapan sebelum sabat mulai (Luk. 23:53-55). Di dalam Matius 27:62 disebutkan bahwa sesudah hari persiapan imam-imam dan orang Farisi menghadap Pilatus. Penalaran logisnya adalah harus ada satu hari yang halal bagi para imam-imam dan orang Farisi untuk bertemu dengan Filatus, yaitu sebelum Yesus bangkit. Hari apakah itu? yaitu hari Jumat.
Apabila Yesus di salib hari Jumat, dan sesudah hari persiapan imam-imam dan orang Farisi datang menghadap Firaun, masih adakah hari yang halal bagi mereka untuk melakukan kunjungan (bersidang)? Mungkinkah hari Sabtu (Sabat)? atau bahkan Mingggu? Jelas kejadian demikian tidak akan terjadi. Oleh karena itu, fakta ini semakin menguatkan kesimpulan Alkitab bahwa Yesus disalib pada hari RABU.

2. Wanita-wanita membeli rempah-rempah

    Hari apakah yang mungkin bagi wanita-wanita tersebut membeli remppah-rempah dan mengolahnya? Sekali lagi, fakta kedua ini hanya benar jika Yesus disalib hari RABU.
di dalam Markus 16:1 kita diberitahu bahwa wanita-wanita tersebut membeli rempah-rempah setelah hari sabat.
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
sementara di dalam Lukas 23:56 kita diberitahu bahwa mereka menyediakan rempah-rempah sebelum hari sabat.
Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
    Jadi, manakah yang benar dari kedua pernyataan ini? Yang benar adalah kedua ayat tersebut benar.
     Satu hal yang bisa menyelaraskan ayat-ayat ini adalah bahwa harus ada 2 hari Sabat saat itu. Dan hari yang dipakai oleh wanita-wanita untuk membeli rempah-rempah adalah hari Jumat. Ayat ini sangat tidak mungkin bisa selaras jika Yesus disalibkan hari Jumat.

Kunci 6 = Tunduk pada Alkitab

     Kesimpulannya adalah Yesus disalib hari RABU, bukan JUMAT. Jika Anda membantahnya, maka ingatlah Anda tidak boleh benci kepada saya karena menuliskan artikel ini buat Anda. Bersyukurlah, bahwa kebenaran telah disingkapkan kepada Anda. Saya sudah memberitahukan Anda, selebihnya adalah urusan Anda dengan Tuhan Yesus Kristus.
     Terus terang, posisi ini tidak cukup populer di kalangan umat Kristen, tetapi walaupun demikian, hal itu tidak akan mempengaruhi kebenaran yang mengiringinya.

Reungkanlah!!!

       Memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah saat-saat paling penting bagi semua orang Kristen yang sudah lahir baru. Bahkan lebih penting jika dibandingkan dengan perayaan natal Kristus. Yesus sendiri telah memberi perintah ini kepada murid-muridNya ketika mereka sedang mengadakan perjamuan malam. (1 Kor. 11:23-25). Dengan demikian perintah ini harus dilakukan dengan setepat-tepatnya. Orang percaya tidak boleh memandang rendah Perjamuan Tuhan, juga tidak boleh menganggapnya hanya sebatas rutinitas gereja belaka! Peringatan kematian dan kebangkitan Yesus harus sungguh-sungguh kita hayati, bahwa kitalah seharusnya yang akan mati terhukum di kayu salib, sebab kitalah orang berdosa yang akan binasa itu. Tetapi, Yesus Kristus telah rela menggantikan kita mati di kayu salib demi menyelamatkan kita. Jadi, siapapun yang memandang acara peringatan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai hal yang biasa-biasa saja, maka dia akan celaka!
      Tindakan untuk beralih dari satu pemahaman dan menganut pemahaman yang lain, yang jauh lebih benar tentu adalah tindakan yang benar. Oleh karena itu, saya juga ingin membagikan kebenaran yang telah saya dapatkan ini kepada setiap orang-orang yang rindu mencari kebenaran, yaitu tentang kebenaran Alkitab yang mengungkapkan bahwa Yesus disalib hari Rabu, bukan Jumat. Saya tentu sangat berharap Anda adalah salah satu dari pencari kebenaran tersebut.

Saya sarankan Anda membaca buku-buku ini sebagai perbandingan bagi Anda.
Kontra Yesus disalib hari Jumat
  1. Suhento Liauw = Kristus disalib hari Rabu bukan Jumat, penerbit Graphe
  2. Gleason L. Archer = Yesus disalib Kamis atau bahkan Rabu. (Encyclopedia of Bible Difficulties; Hal-hal yang sulit dalam Alkitab, Gandum Mas; hlm.556-558)
Pro Yesus disalib hari Jumat
  1. Charler Ryrie = Yesus disalib hari Jumat, Theologi Dasar 2, Andi. p.25
  2. John Calvin, = Jumat Commentary on a Harmony of The Evangelists, Matthew, Mark, and Luke; Baker Book House, Grand Rapids, Michigan. second volume hlm.95
  3. Matthew Henry = Kristus dikubur pada hari keenam = Jumat pada minggu itu (Tafsiran Matthew Henry Injil Matius 1 – 14; Penerbit Momentum, hlm.600)
     Tidak ada gunanya bagi saya memberikan sebagian informasi dan menutupi yang lainnya, silahkan Anda pertimbangkan sendiri. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Rabu, 16 Maret 2016

Jangan keluar dari kehendak Tuhan

"Jangan Keluar dari Kehendak Tuhan"
(Rut 1:1-6)
1. Elimelek melakukan hal yang salah yaitu ia Keluar dari Betlehem-Yehuda (ay.1-2).
   - Bethlehem artinya “Kota Roti”.
   - Elimelekh artinya: “Allah adalah Raja”
   - Yehuda artinya “Bersyukur”
            Kebenarannya adalah, ketika kita sudah diselamatkan, kita telah menikmati roti sorgawi dan air kehidupan yang kekal, maka adalah sebuah kebodohan yang fatal apabila oleh karena masalah kedagingan dan hal duniawi, kita pergi ke luar dari rumah kebenaran atau jemaat lokal dimana kita menerima keselamatan yang sejati.
            Ternyata nama Elimelekh yang artinya “Allah adalah Raja” tidak lantas membuat Elimelekh bersandar pada Allah sebagai Rajanya, Bethlehem pun tidak dianggap karena fokus pada perutnya yang kosong, dan Yehuda tidak akan pernah disyukuri selama yang dilihat dan dikejar adalah urusan perut yang hanya sejengkal ini!
            Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah diselamatkan? Sudahkah kita memiliki kepastian masuk sorga? Kalau belum, pastikan dulu anda diselamatkan dan dosa anda sudah dibereskan. Dan jika sudah diselamatkan, ingat-ingat terus saudara, jangan keluar dari kehendak Tuhan. Tuhan mau anda ada di gereja yang benar, sesulit apapun hidup anda. Karena sesungguhnya hidup itu terus berputar, ada masa dimana roti melimpah, ada masa roti kurang. Saya tidak ingin mengatakan roti habis, sebab sesungguhnya, asal kita patuhi Firman Tuhan “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan” (2 Tes.3:10), dipadukan dengan 1 Tim. 6:8 “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah!”. Maka pasti akan selalu ada roti, bedanya, kadang rotinya melimpah, kadang hanya secukupnya saja.

2. Tempat yang paling baik dan paling aman adalah" Kehendak Tuhan" tidak ada yang susah.
            Tuhan mau kita melakukan Kehendak-Nya, Tuhan tahu hati kita, Tuhan tahu motivasi kita dan Tuhan juga akan menyediakan apa yang kita perlukan. Spiritnya harus jelas, semangatnya harus jelas: bahwa “Dalam Kehendak Tuhan, tidak ada yang susah”. Jadi selama itu yang Tuhan kehendaki, jalani, lakukan, dan tunggu keajaiban-keajaiban yang Tuhan lakukan dalam hidupmu. Ingat itu! Elimelekh tidak mengingatnya, karena fokus hidupnya adalah roti duniawi, roti yang fana. Paulus menasehati orang percaya agar jangan bodoh, usahakan mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17).

3. Kembali kepada Tuhan adalah Pilihan yang BENAR.
            Tuhan membuat yang baik seperti "Rut" yang mempunyai Hati yang murni kepada Tuhan. Rut bukanlah orang Israel, apalagi berasal dari Betlehem-Yehuda, dia adalah perempuan Moab, orang asing yang menemukan roti yang hidup, keselamatan yang besar! Dan ketika kondisi meminta dia untuk kembali ke kampungnya, bangsanya, Moab, yang artinya “Pemberontak-Pemberontak”, dia memutuskan meninggalkan bangsanya yang pemberontak, dan pergi ke kota roti, dimana terdapat keselamatan! (ay. 14-16), Rut memutuskan dia menjadi bangsa Israel dan Allah Israel menjadi Allahnya.

            Pernahkah saudara diperhadapkan dengan situasi memilih TETAP DALAM KEHENDAK TUHAN, atau keluar demi roti duniawi? Dalam berbagai kasus dan model, kita akan menghadapinya dalam hidup kita, pesan Firman Tuhan hari ini, janganlah keluar dari kehendak Tuhan. Sesulit apapun, bertahanlah! Dan jika anda sudah terlanjur keluar, kembalilah hari ini juga, selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Rut adalah contoh, dari bangsa pemberontak Moab, pada akhirnya, namanya tercatat sebagai jalur kelahiran Mesias, Yesus Kristus! (Matius 1:5) Amin. *** (kawanan kecil)

SABAT & YESUS

SABAT & YESUS!

Awal kehidupan Yesus

Pada awal hidupNya, ketika Yesus masih kecil dan belum menjalankan tugas pelayananNya, Yesus masih menjalani hidup di bawah Hukum Taurat sesuai dengan adat istiadat Yahudi dalam pandangan Farisi dan Ahli Taurat. IA disunat pada hari kedelapan dan menjalani ritus pentahiran dan penyerahan anak sulung (Lukas 2:21-24):
21
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,

23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: ''Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah'',

24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.


Top of Form
Bottom of Form
Dan selanjutnya Yesus masih mengikuti ritual paskah Yahudi (Lukas 2:41-42):
41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.

42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

Top of Form
Bottom of Form

Sejak Yesus Dibaptis

Setelah pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis, kita bisa melihat bagaimana pandangan Yesus terhadap Taurat mulai berseberangan dengan orang Farisi, Ahli Taurat, dan adat istiadat Yahudi. Yesus mulai menyatakan diri sebagai “Anak Allah”, yang mengakibatkan DIA dianggap menghujat Allah. Kemudian, sekalipun menurut kebiasaan pada hari Sabat IA biasa masuk ke rumah ibadat, kita dapat melihat bahwa kesempatan itu digunakan Yesus untuk menyatakan otoritasNya kepada umat Israel  dengan membaca kitab suci dan mengajar di situ. Bahkan IA mengaku memiliki Roh Tuhan dan diurapi Tuhan untuk MENJALANKAN PEMBEBASAN DAN MEMBERITAKAN TAHUN RAHMAT TUHAN (Lukas 4:14-30):
14
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

15
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

18
''Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.''

20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: ''Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.''

22
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: ''Bukankah Ia ini anak Yusuf?''

3
Maka berkatalah Ia kepada mereka: ''Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!''

24
Dan kata-Nya lagi: ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.''

28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

29
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

30
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.


Top of Form
Bottom of Form
TAHUN RAHMAT TUHAN adalah TAHUN KE 50, yaitu TAHUN YOBEL (Imamat 25:10 dst) :
10
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

11
Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.

12
Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.

13
Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.

14
Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.

15
Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.

16
Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.

17
Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

18
Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.

19
Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.

20
Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami?

21
Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.

22
Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama.''

Top of Form
Bottom of Form
TAHUN YOBEL merupakan SABAT AKBAR sebagai penutup 7 kali Sabat tahunan.

Arti Luas Sabat

Sangat menarik apabila kita mengamati bahwa Sabat itu dirayakan tidak hanya hari Sabtu, tapi bisa juga tahun ke-7, dan juga tahun ke-50, tahun pertama dari 7 tahunan setelah 7x7 tahun! Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan atas hari Sabat (Markus 2:28) :
28
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.''

Top of Form
Bottom of Form

Dan klimaksnya adalah diriNya telah menggenapi TAHUN RAHMAT TUHAN atau SABAT YOBEL atau TAHUN PEMBEBASAN itu!!! (Lukas 4:17-21):
17
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

18
''Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

19
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.''

20
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

21
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: ''Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.''

Top of Form
Bottom of Form

Pengertian Sabat

Dalam soal Sabat, ternyata Yesus memberikan pengertian yang bersifat hakekat yang menjadikan DIA berseberangan dengan orang Farisi dan Ahli Taurat. Yesus mengatakan; (Markus 2:27-28):
27
Lalu kata Yesus kepada mereka: ''Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

28
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.''

Top of Form
Bottom of Form
Ayat ini sering disalahtafsirkan seakan-akan menunjukkan perintah untuk memelihara Sabat, padahal konteks perikop ayat tersebut berbicara sebaliknya, yaitu membantah pengertian orang Farisi mengenai cara memelihara Sabat! Dalam konteks tersebut tampak sekali sikap Yesus yang membela  pelanggaran Sabat yang dilakukan oleh murid2Nya, tetapi itu tidak berarti melanggar Sabat Allah, melainkan melanggar tradisi Sabat yang ditafsirkan keliru oleh orang Farisi dan Ahli Taurat. Lihat yang dikatakan orang Farisi (Markus 2:24):
24
Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: ''Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?''

Sabat adalah suatu PERHENTIAN dan PEMBEBASAN, namun orang Farisi dan Ahli taurat menjadikannya suatu kesukaran dan perhambaan dalam bentuk SYARIAT “boleh-tidak”. Dengan begitu hari Sabat bukan lagi membebaskan manusia melainkan dijadikan KUK yg BERAT!

Praktik Yesus

Yesus sering menyembuhkan orang pada hari Sabat dan ini dianggap oleh orang Farisi dan Ahli Taurat sebagai melanggar Sabat dan akhirnya mereka ingin membunuhNya (Matius 12:9-14).
Yesus pun mengecam para Farisi dan Ahli Taurat yang malah mengikatkan beban berat dan meletakkannya di atas bahu umat Israel (mereka menekankan ritus lahiriah dan miskin rohaniah) (Matius 23).

Konklusi

Dari sini kita dapat melihat apa arti dari “Tidak meniadakan Hukum Taurat, tetapi menggenapi Taurat, yaitu memberikan pengertian “HAKEKAT DARIPADA TERSURAT”!!! demikian juga inti Sabat yang tersurat, diberi pengertian hakekatnya oleh Yesus sebagai sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan kelegaan kepada manusia. Yesus mengatakan: (Matius 11:28):
28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Top of Form
Bottom of Form
Kata “KELEGAAN” (terjemahan lama SENTOSA), adalah terjemahan kata Yunani “KATAPAUSIS” yang merupakan padanan kata Ibrani “SABBATH”.


Demikian hal yang bisa saya paparkan, kiranya memberi pencerahan.... God be with us!!!   *** ( kawanan kecil )

Senin, 07 Maret 2016

CARA IBLIS MELAWAN TUHAN


      Setelah Tuhan kembali ke Sorga, dan pelayanan pemberitaan Injil di muka bumi diteruskan oleh para Rasul, maka pada saat itu Tuhan memakai dua alat penting untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Alat pertama ialah para Rasul yang telah dipenuhi Roh Kudus, dan alat kedua ialah orang-orang yang percaya pada pemberitaan para Rasul yang berhimpun yaitu jemaat.

Dari Manusia Berpindah Ke Tulisan
      Kitab PL berisikan segala sesuatu tentang ibadah simbolik ritualistik lahiriah, dan pengajaran moral serta sejarah. Juga terdapat banyak typology di dalam biografi dan sejarah. Di zaman PB Tuhan ingin umat yang menerimaNya sebagai Juruselamat dan Allah Jehovah tidak lagi beribadah secara simbolik ritualistik lahiriah melainkan masuk ke dalam ibadah di dalam roh dan kebenaran secara hakekat dengan hati.
 
     Tentu Tuhan tidak bisa mengharapkan para imam dan ahli Taurat yang tidak percaya kepadaNya untuk mengajarkan kebenaran. Rasul-rasul yang telah dipenuhi Roh Kudus adalah andalan Tuhan. Merekalah yang berkhotbah untuk memberikan kesaksian bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Allah Jehovah.

     Orang-orang yang percaya pada kesaksian mereka langsung dimeteraikan Tuhan dengan Roh Kudus. Dan mereka berkumpul secara rutin di bawah pengajaran para Rasul tentang segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Tuhan. Sambil berjalannya waktu Tuhan menginspirasi para Rasul untuk menulis agar jika mereka kembali ke Sorga, tulisan mereka bisa menjadi dasar bagi pemberitaan Injil dan pengajaran pada murid-murid yang akan datang sepanjang masa.

      Akhirnya satu persatu rasul pulang ke Sorga dan puji Tuhan, ada kesaksian mereka yang dituliskan. Tuhan menginspirasikan penulisan Injil, dan kisah tentang jemaat-jemaat awal, serta surat-surat pengajaran. Kini di tangan kita ada 27 kitab yang bisa membuat kita mengerti tentang ibadah hakekat rohaniah dalam kebenaran yang berpusat bukan pada perut tetapi hati. Akhirnya kita memiliki kitab PL sebagai dasar untuk memahami awal mula segala sesuatu, dan kitab PB yang menuntun kita memahami kebenaran secara hakekatnya. Alkitab yang kini kita miliki adalah otoritas tertinggi, karena itu adalah firman Allah sendiri yang di inspirasikan kepada para penulisnya. Setelah para Rasul pulang ke Sorga, maka proses pewahyuan dan pengilhaman dihentikan, sehingga tulisan yang terinspirasi menjadi sebuah kanon yang tertutup, artinya Tuhan tidak akan menurunkan wahyu lagi dan tidak akan mengilhami seseorang untuk menulis apapun lagi.

Dari Israel Berpindah Ke Jemaat
      Dari Adam sampai Musa, Allah pernah memakai ayah sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran bahkan sebagai imam juga. Kemudian dari Musa sampai Yohanes Pembaptis, Allah memakai keturunan Harun sebagai imam dan bangsa Yahudi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Dari Yohanes Pembaptis sampai hari pengangkatan (rapture), setiap orang percaya adalah imam dan jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15).

      Jemaat PB ini bertugas memberitakan Injil dan mengajarkan kebenaran, yang intinya ialah menghasilkan jemaat PB lain yang persis sama di seluruh muka bumi yang didasarkan pada pengajaran para Rasul (Alkitab). Terlebih setelah pengajaran Rasul telah dituliskan dan dapat diperbanyak serta dibawa ke berbagai tempat, maka pendirian jemaat di seluruh muka bumi yang didasarkan pada pengajaran para Rasul diharapkan berjalan dengan efektif dan efisien.

Dua Alat Utama
       Akhirnya Tuhan memiliki dua alat utama yaitu Alkitab yang adalah firmanNya yang terdiri dari tulisan para Nabi dan para Rasul, dan jemaat yang adalah kumpulan mahkluk hidup yang bisa bersaksi bagiNya dan mengajar bagiNya.
 
      Dapat kita mengerti jika iblis sangat benci kepada dua alat ini, karena melalui dua alat inilah orang-orang berdosa diselamatkan, dan mereka diajarkan kebenaran, dan kembali untuk menyelamatkan yang lain. Demi untuk mengamankan dua alat ini, maka mereka harus dimultiplikasikan menjadi sebanyak mungkin. Penggandaan naskah-naskah pada abad kedua dan ketiga berjalan dengan baik sehingga naskah ada di mana-mana. Walau karena ketidaktelitian ada sedikit-sedikit perbedaan, namun melalui studi teks yang jujur dan tulus bisa diketahui keotentikan isi dari naskah-naskah yang terkumpul.

Penyerangan Terhadap Alkitab
       Iblis melalui penguasa melakukan pembakaran naskah-naskah Alkitab. Dan yang mengherankan, tercatat dalam sejarah bahwa Gereja Roma Katolik adalah yang paling banyak membakar Alkitab. Dr. David Cloud menulis sebuah buku yang berjudul Rome and the Bible mendata dengan baik berapa banyak Alkitab yang telah dibakar oleh Roma Katolik.
 
       Setelah melalui suatu masa pembakaran Alkitab, dan ternyata semakin tidak efektif, maka iblis bergerak ke cara merusak Alkitab dengan menerbitkan versi-versi yang berhasil dirusak. Tidak banyak orang Kristen tahu bahwa sekarang di dunia terdapat sekurangnya ada dua versi Alkitab bahasa Yunani yang beredar, yang pertama adalah Textus Receptus (TR) dan Critical Text (CT). TR adalah teks yang menjadi dasar bahasa Inggris KJV, sedangkan CT menjadi dasar bahasa Inggris NIV. Untuk lengkapnya silakan baca buku saya yang berjudul Doktrin Alkitab Alkitabiah. Kelompok-kelompok Liberal pun mengakui bahwa TR tidak ada kesalahan, sedangkan CT ada banyak kesalahan. Dr. D.A. Waite dalam bukunya Defending the King James Bible, mendaftar sekitar 5000 perbedaan atau kesalahan dalam CT yang berbeda dengan TR.

      Sebenarnya penyerangan terhebat iblis itu ialah yang dilakukannya memakai kelompok Pentakosta dan Kharismatik beserta teman-teman mereka, yang dimulai oleh Spurling pada tahun 1886, dan diteruskan oleh Charles F. Parham tahun 1897, dan kemudian dipopulerkan oleh William Seymour di Azusa Street tahun 1906.

     Karena tidak faham akan konsep Alkitab sebagai kanon tertutup bahwa Allah tidak lagi menurunkan wahyu setelah penulisan Alkitab selesai, mereka mengejar fenomena seperti yang terjadi pada hari Pentakosta. Mereka menuntut untuk bisa berbahasa lidah, dan mereka mengejar penglihatan, mimpi, bahkan segala fenomena supranatural hingga tidak dapat lagi dibedakan dengan yang terjadi di kalangan para dukun.

     Mengapakah tindakan mereka ini menyerang Alkitab? Jawabannya ialah jika Allah masih menurunkan wahyu sesudah Alkitab selesai ditulis, maka Alkitab yang di tangan kita bukan satu-satunya firman Allah, melainkan salah satu. Dan jika Alkitab bukan sebuah kanon yang tertutup, melainkan terbuka, maka Alkitab bukan satu-satunya kebenaran. Konsekuensi berikutnya ialah bahwa doktrin kekristenan bukan satu-satunya kebenaran, atau Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan. Tanpa mereka sadari bahwa mereka telah dipakai oleh iblis untuk mendowngrade Alkitab.

      Gerakan ini bukan hanya menyerang Alkitab, bahkan berusaha menggiring orang Kristen meninggalkan akal sehat untuk mengejar perkara-perkara supranatural dan yang mistik-mistikan.

      Orang-orang Kristen yang terhimpun menjadi sangat tidak intelek dan tidak akademik karena mereka mengejar perkara roh tanpa peduli itu roh iblis sekalipun. Mereka menjadi sulit diajak membahas masalah doktrin secara sistematis apalagi menyelidiki hingga ke bahasa aslinya karena orientasi mereka adalah roh bukan akal budi. Ingat, usaha iblis yang terutama ialah menghancurkan Alkitab, bukan secara fisik tetapi otoritasnya.


Penyerangan Terhadap Gereja
      Alat kedua milik Tuhan untuk memberitakan Injil Keselamatan ke muka bumi ini ialah jemaat, yaitu orang-orang yang telah diselamatkan dan telah dimeteraikan dengan Roh Kudus. Tuhan bahkan menggambarkan jemaat sebagai tubuhNya.

      Cara yang iblis pakai dan telah terbukti berhasil merusak gereja ialah dengan menggabungkannya dengan negara. Dan menjadi lebih rusak lagi ketika bisa mendorong gereja melacurkan diri dengan mengundang segala macam bentuk penyembahan untuk bergabung sehingga menyandang nama si pelacur besar (Wah.17:1).

      Gereja Roma Katolik sebenarnya bukan kekristenan murni melainkan agama gabungan antara Kristen, Mistik Yunani dan Agama penyembahan matahari Ra Mesir. Bahkan dalam perjalanannya Roma Katolik menambahkan berbagai iman dan kepercayaan ke dalam pelukannya. Bukan hanya agama dan kepercayaan, mereka juga mengakomodasi segala macam tradisi mistik dari berbagai suku bangsa.

       Sejak Konstantin mengawinkan gereja dengan negara tahun 313 AD, praktis gereja rusak total. Dengan kekuasaan negara maka tidak diperbolehkan iman dalam bentuk apapun selain Roma Katolik. Orang-orang yang dibunuh oleh Gereja Roma Katolik karena berbeda iman jumlahnya tidak dapat dihitung.

      Tetapi Tuhan ada menyisakan sekelompok jemaat milikNya, yaitu sebuah sisa seperti tujuh ribu orang pada zaman Elia. Remnant ini tentu diburu oleh Roma Katolik, sehingga memojokkan mereka menjadi jemaat bawah tanah. Jemaat inilah yang masih memberitakan Injil yang benar, berbeda dari injil keselamatan Katolik yang perlu ditambahkan dengan baptisan dan berbagai upacara. Karena mereka membaptis ulang orang dari Katolik yang mau bergabung, mereka disebut anna-baptis (pembaptis ulang).

      Martin Luther, seorang rahib Katolik yang tulus, tersentak oleh Alkitab di tangannya, matanya terbuka dan melihat kesesatan Gereja Roma Katolik. Pada tanggal 31 Oktober 1517 menyatakan bahwa Gereja Roma Katolik telah sesat. Sejak saat itu banyak orang Katolik yang tulus ikut tercelikkan mata mereka dan berdirilah Gereja Protestan. Kaum anna-baptis berpikir bahwa mereka mendapat teman, namun dikecewakan karena kaum Protestan ternyata membawa “terafim Laban” dari Katolik, yaitu baptisan bayi. Pembaptisan bayi pasti akan menghasilkan anggota jemaat yang belum lahir baru, dan setelah bergenerasi ke depan itu akan menjadi biang kesesatan gereja Protestan.

       Dalam buku This Day in Baptist History, bacaan untuk 8 Agustus, menceritakan bahwa pada tahun 1893 ketika dalam sidang di Westminster di kalangan Gereja-gereja Prostestan, Reformed, Presbyterian, Anglikan dan lain-lain tanpa orang Baptis, mereka meributkan tentang baptisan. Ketika divoting, yang membela baptisan harus dengan cara diselam kalah satu suara.
Fakta ini membuktikan bahwa hampir separuh orang-orang di kalangan pembaptis percik tahu bahwa itu salah. Dengan dirusaknya gereja, maka iblis berhasil menghambat pemberitaan Injil. Catatan sejarah yang sangat menyakitkan hati ialah tentang Marco Polo, petualang Eropa yang sampai ke China dan berteman baik dengan Kublai Khan. Kaisar China itu sangat tertarik dengan kekristenan, dan meminta Marco Polo kembali ke Eropa untuk membawa 100 orang pengajar agar seisi istana dan negaranya bisa percaya kepada iman Marco Polo. Tetapi karena gereja dalam keadaan sesat dan tak berdaya, sehingga Kublai Khan harus menunggu hingga mati, guru yang ditunggu tidak kunjung datang.

       Kini, setelah 498 tahun, pihak Gereja-gereja yang keluar dari Katolik berbondong-bondong mau masuk kembali. Martin Luther pasti sangat sakit menyaksikan tingkah-laku para pengikutnya. Mereka sangat lugu dan naif, tidak menyadari bahwa gerakan ekumene itu adalah proyek Ordo Jesuit untuk menggiring gereja-gereja Protestan masuk kembali ke Katolik. Tetapi jika kita melihat secara cermat, maka penyebab semua malapetaka itu ialah “terafim Laban” yang menyebabkan Rahel mati terkena kutukan Yakub.


Cara Iblis Melawan Tuhan
    Di bagian awal telah disampaikan bahwa Tuhan memiliki dua alat utamaNya untuk menyelamatkan manusia, yaitu firmanNya dan jemaat Nya. Dengan dua alat ini Tuhan ingin semua manusia di muka bumi mendengar Kabar Baik, yaitu Injil Keselamatan.

     Iblis tidak tinggal diam, melainkan melancarkan serangan, dan selalu bermanuver. Ia mengusahakan berbagai cara untuk merusak Alkitab, bahkan memakai orang Kristen sendiri yang tidak berpikir cerdas. Ia menggiring orang Kristen dengan berbagai fenomena sehigga orang Kristen berpikir bahwa mereka mendapatkan wahyu dari Tuhan, padahal itu adalah tipumuslihat iblis. Iblis paling takut kalau orang Kristen memegang teguh Alkitab dan hanya Alkitab serta menelaah Alkitab dengan akal sehat. Iblis merusak konsep Alkitab sebagai kanon tertutup dengan sangat licik.

      Iblis juga merusak gereja dengan menggabungkannya dengan negara. Dan menggabungkannya dengan berbagai agama yang diciptakannya sehingga gereja tidak mengajarkan ajaran yang murni. Supaya pembaca, yang siang malam bergelut di dunia bisnis lebih gampang mengerti, kita pinjam istilah bisnis, kini iblis berhasil menjadi pemegang saham mayoritas dari gereja-gereja sehingga gereja-gereja ada dalam kendalinya. Iblis berhasil memasukkan musiknya ke dalam gereja, berhasil memasukkan filosofi entertainment ke dalam gereja.

     Iblis memasukkan banyak konsep mistik ke gereja bahkan menyelundupkan dukun-dukun serta tukang sihirnya ke dalam gereja. Dan iblis sedang melancarkan pukul an terakhirnya yaitu menggabungkan semua gereja kembali ke dalam gereja Roma Katolik yang adalah miliknya. Ibarat perusahaan, iblis ingin mengadakan merger atas “perusahaan-perusahaan” yang sahamnya telah dibelinya untuk disatukan dengan perusahaan raksasanya.

       The Big Boss ingin mengendalikan semua asetnya dan ingin semua perintahnya dijalankan semua bawahannya. Mudah-mudahan pembaca cukup jeli untuk melihatnya. ***


Sumber: Jurnal Pedang Roh Edisi LXXXV Tahun XX Okt-Des 2015